Kodam V/Brawijaya melibatkan akademisi dan pemerintah dalam seminar di Surabaya untuk memperkuat pengusulan Mayjen TNI Soengkono sebagai Pahlawan Nasional.
Surabaya, Analisapublik.id – Kodam V/Brawijaya memperkuat kajian pengusulan Mayjen TNI Soengkono sebagai Pahlawan Nasional melalui seminar sejarah yang melibatkan sekitar 100 peserta dari unsur TNI, pemerintah, dan akademisi di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Sabtu 7 November 2026.
Seminar tersebut membahas rekam jejak perjuangan Soengkono dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya kontribusinya dalam perjuangan di Jawa Timur.
Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen TNI Dr. Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., M.Han., memimpin sekaligus menjadi penanggung jawab kegiatan tersebut.
Singgih menekankan bahwa pengusulan gelar Pahlawan Nasional harus didukung kajian sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Pengusulan Mayjen TNI Soengkono sebagai Pahlawan Nasional bukan sekadar bentuk penghargaan kepada tokoh perjuangan, tetapi juga upaya memberikan pengakuan atas jasa dan pengabdiannya dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya di Jawa Timur,” ujar Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto.
Menurutnya, Soengkono merupakan salah satu tokoh militer yang memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama di wilayah Jawa Timur.
Ia menilai pengabdian Soengkono juga meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
“Nilai patriotisme, nasionalisme, keberanian, rela berkorban, dan semangat pantang menyerah yang diwariskan Mayjen TNI Soengkono harus terus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Untuk memperkuat landasan pengusulan, Kodam V/Brawijaya menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan perguruan tinggi yang membahas prosedur serta sejarah perjuangan Soengkono.
Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Alam Dr. Salahudin Yahya, M.Si., menyampaikan materi mengenai prosedur pengusulan calon Pahlawan Nasional.
Sementara itu, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto memaparkan peran Soengkono dalam berbagai peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembahasan biografi disampaikan Drs. Sumarno, M.Hum., yang dalam materi kegiatan diperkenalkan sebagai Dekan Fisipol Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Dr. Gayung Kasuma turut mengulas perjalanan perjuangan serta nilai-nilai kepahlawanan Soengkono.
Pemaparan para narasumber menjadi bagian dari upaya menghimpun informasi mengenai latar belakang kehidupan, kepemimpinan militer, dan kontribusi Soengkono dalam sejarah perjuangan bangsa.
Hasil pembahasan seminar kemudian dirangkum moderator sebagai bahan pendukung proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, S.Hub.Int., M.Hub.Int., serta Danrem 083/BJ Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han.
Sejumlah pejabat Kodam V/Brawijaya dan jajaran satuan kewilayahan juga mengikuti seminar yang menitikberatkan pada kajian sejarah dan kelengkapan bahan pengusulan.
Keterlibatan akademisi diharapkan memperkuat dokumentasi serta landasan ilmiah mengenai jasa perjuangan Soengkono.
Reporter: Bhayu Indaro
Redaktur: Aris Setyoadji



