Jatim

Gubernur Khofifah Tanam 8.100 Mangrove di Probolinggo, Raih Rekor MURI

10598
×

Gubernur Khofifah Tanam 8.100 Mangrove di Probolinggo, Raih Rekor MURI

Sebarkan artikel ini

Gubernur Khofifah menanam 8.100 bibit mangrove di Probolinggo bersama Kaka Slank. Festival Mangrove Jatim meraih rekor MURI selama lima tahun.

Probolinggo, Analisapublik.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin penanaman 8.100 bibit mangrove dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 di kawasan Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Kota Probolinggo, Selasa, 3 November 2026, sekaligus menerima penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas konsistensi penyelenggaraan festival selama lima tahun.

Penghargaan MURI diberikan atas penyelenggaraan Festival Mangrove secara seri terbanyak dalam periode 2022 hingga 2026.

Festival bertema “Mangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera” tersebut melibatkan pelajar, mahasiswa, kelompok tani hutan, komunitas lingkungan, serta mitra pembangunan.

Khofifah hadir bersama Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Bupati Probolinggo Muhammad Haris, dan musisi nasional Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank.

Penanaman ribuan bibit mangrove menjadi bagian dari gerakan sedekah oksigen yang dikampanyekan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir.

“Ini adalah cara kita memperkuat ketahanan kawasan pesisir sekaligus investasi ekologis jangka panjang karena selagi yang ditanam tumbuh dan bisa menyerap karbondioksida berarti menghasilkan oksigen maka saat itu kita bersedekah oksigen,” ujar Khofifah.

Baca Juga:  Ziarah Lima Makam Wali, Khofifah Akhiri Perjalanan Religi di Sunan Giri Pukul 00.12 WIB

Selain penanaman mangrove, kegiatan tersebut diisi pelepasliaran enam burung pecuk padi hitam dan 300 kepiting sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir.

Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, luas mangrove eksisting di Jawa Timur mencapai 31.067 hektare atau meningkat 3.846 hektare dibandingkan tahun 2021 yang tercatat seluas 27.221 hektare.

Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya luasan mangrove, tetapi keberhasilan rehabilitasi tetap bergantung pada kemampuan tanaman bertahan hidup dan berkembang setelah ditanam.

Khofifah menekankan bahwa penanaman harus disertai perencanaan, pemilihan lokasi yang sesuai, serta pemeliharaan dan pemantauan secara berkelanjutan.

“Rehabilitasi harus dilaksanakan secara terencana dengan memperhatikan kesesuaian lokasi, pemilihan jenis tanaman, kondisi lingkungan serta pemeliharaan dan pemantauan pasca tanam sehingga kita dapat memastikan mangrove tumbuh optimal dan fungsi ekologisnya tetap terjaga,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menempatkan pemeliharaan pascatanam sebagai bagian penting dari tanggung jawab pemerintah agar penanaman ribuan bibit tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Mangrove memiliki fungsi ekologis dalam mengurangi dampak abrasi, menyediakan habitat berbagai biota laut, serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Baca Juga:  Pemprov Jatim Siapkan Lebih dari 143 Ribu Kuota Beasiswa bagi Pelajar dan Mahasiswa

Selain perlindungan lingkungan, Khofifah mendorong pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru melalui perikanan berkelanjutan, ekowisata, serta usaha kreatif masyarakat pesisir.

Kawasan Bee Jay Bakau Resort menjadi salah satu contoh pengembangan wisata yang memadukan edukasi lingkungan dengan aktivitas ekonomi lokal.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional Mayjen TNI Sriyanto Muntasram mengapresiasi penyelenggaraan Festival Mangrove Jawa Timur.

Ia menyebut Jawa Timur sebagai salah satu daerah rujukan pengembangan mangrove dan menyampaikan rencana pengajuan kawasan Bee Jay Bakau Resort sebagai lokasi festival mangrove tingkat nasional.

Festival tersebut juga menampilkan inovasi Si Rupa Bumi atau Sistem Rumpun Pasak Bumi karya Zainur, penyuluh kehutanan Dinas Kehutanan Jawa Timur asal Sumenep.

Inovasi tersebut meraih juara kedua Lomba Inovasi Rimbawan 2026 kategori individu yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan.

Rangkaian festival turut menghadirkan edukasi mangrove bagi pelajar, pengobatan gratis, pameran pengelolaan mangrove, serta peragaan busana batik dengan pewarna alami mangrove.

Dalam kesempatan yang sama, Kaka Slank menerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya atas kontribusinya dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Hari Batik Nasional 2026, Khofifah Dorong Batik Jatim Naik Kelas

Khofifah berharap pencapaian rekor MURI dapat memperkuat kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.

“Mari kita pastikan bahwa mangrove yang kita tanam hari ini tumbuh menjadi warisan kehidupan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Penanaman 8.100 bibit mangrove dan pencapaian rekor MURI menjadi momentum untuk memperkuat rehabilitasi kawasan pesisir Jawa Timur.

Namun, keberhasilan program tersebut selanjutnya ditentukan oleh konsistensi pemeliharaan, pemantauan pertumbuhan tanaman, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat pesisir dalam jangka panjang.

Reporter: Rijen Senario
Redaktur: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.