HeadlineJatim

Ziarah Lima Makam Wali, Khofifah Akhiri Perjalanan Religi di Sunan Giri Pukul 00.12 WIB

12762
×

Ziarah Lima Makam Wali, Khofifah Akhiri Perjalanan Religi di Sunan Giri Pukul 00.12 WIB

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanjatkan doa bersama rombongan di kompleks Makam Sunan Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Senin 2 November 2026 dini hari. Makam Sunan Giri menjadi tujuan terakhir dalam rangkaian ziarah lima makam wali yang dimulai dari Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Drajat di Lamongan, Sunan Bonang di Tuban, dan Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuntaskan perjalanan ziarah ke lima makam wali di Surabaya, Lamongan, Tuban, dan Gresik, Senin (2/11/2026) dini hari. Perjalanan dimulai dari Makam Sunan Ampel, dilanjutkan ke Sunan Drajat, Sunan Bonang, dan Syekh Maulana Malik Ibrahim, sebelum berakhir di Makam Sunan Giri pukul 00.12 WIB. Khofifah juga mendapat penjelasan mengenai sejumlah benda yang disebut pengurus makam berkaitan dengan sejarah Sunan Giri.

Gresik, Analisapublik.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuntaskan rangkaian ziarah ke lima makam tokoh penyebar agama Islam di Jawa Timur. Perjalanan religi yang dimulai sejak Minggu (1/11/2026) tersebut berakhir di kompleks Makam Sunan Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Senin (2/11/2026) dini hari.

Berdasarkan dokumentasi dan informasi yang diterima Redaksi ANALISA PUBLIK, Khofifah tiba di Makam Sunan Giri sekitar pukul 00.12 WIB setelah menempuh perjalanan ziarah melintasi empat kabupaten/kota.

Rangkaian ziarah diawali dari Makam Sunan Ampel di Surabaya. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Makam Sunan Drajat di Kabupaten Lamongan, sebelum rombongan mengunjungi Makam Sunan Bonang di Kabupaten Tuban.

Baca Juga:  Gresik Perbarui DTSEN Cegah Salah Sasaran

Dari Tuban, Khofifah bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gresik untuk berziarah ke Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim. Makam Sunan Giri atau Raden Paku menjadi persinggahan kelima sekaligus tujuan terakhir.

Sekitar pukul 00.15 WIB, Khofifah bersama rombongan mengikuti doa di sisi pusara Sunan Giri.

Mengenakan kerudung biru muda dan busana bermotif gelap, Khofifah terlihat duduk bersama para peziarah sambil mengangkat kedua tangan untuk memanjatkan doa.

Suasana khidmat menyelimuti kompleks makam yang memiliki arsitektur tradisional dengan konstruksi kayu dan ornamen khas Jawa.

Pengurus Makam Perlihatkan Sajadah dan Keris

Salah satu momen dalam kunjungan tersebut berlangsung ketika pengurus Makam Sunan Giri memperlihatkan sejumlah benda kepada Khofifah dan rombongan.

Benda yang diperlihatkan antara lain sajadah dan sebilah keris. Menurut penjelasan pengurus makam, benda-benda tersebut memiliki keterkaitan dengan peninggalan sejarah Sunan Giri.

Meski demikian, informasi mengenai asal-usul, usia, dan keaslian benda tersebut masih memerlukan dukungan kajian sejarah serta penelitian artefak.

Pengenalan benda-benda itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi dan kisah sejarah yang diwariskan masyarakat setempat secara turun-temurun.

Baca Juga:  Hari Batik Nasional 2026, Khofifah Dorong Batik Jatim Naik Kelas

Seusai mengikuti rangkaian ziarah, Khofifah juga mengabadikan kebersamaan melalui sesi foto bersama pengurus makam dan wartawan ANALISAPUBLIK.ID.

Menelusuri Jejak Dakwah Lima Wali di Jawa Timur

Perjalanan Khofifah melintasi Surabaya, Lamongan, Tuban, dan Gresik memiliki keterkaitan dengan sejarah penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Kelima tokoh yang diziarahi merupakan bagian dari Wali Songo, kelompok ulama yang dikenal memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Nusantara.

Sunan Ampel dikenal melalui pusat dakwah dan pendidikan Islam di kawasan Ampel, Surabaya. Sunan Drajat memiliki jejak sejarah dakwah di Lamongan, sedangkan Sunan Bonang dikenal sebagai tokoh penyebar Islam yang berkaitan erat dengan sejarah Tuban.

Sementara itu, Syekh Maulana Malik Ibrahim merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah awal perkembangan Islam di Gresik.

Adapun Sunan Giri atau Raden Paku, yang juga dikenal sebagai Ainul Yaqin, mempunyai hubungan erat dengan perkembangan Giri Kedaton, pusat pendidikan Islam sekaligus pemerintahan yang berpengaruh pada masanya.

Keberadaan makam dan situs bersejarah tersebut hingga kini menjadi bagian penting dari warisan keagamaan dan kebudayaan masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga:  Mensos Pantau MPLS Sekolah Rakyat Gresik, 405 Siswa Prasejahtera Jalani Pendidikan Berasrama

Ziarah Wali dan Pelestarian Warisan Sejarah

Rangkaian perjalanan Khofifah ke lima makam wali sekaligus memperlihatkan pentingnya menjaga keberadaan kawasan bersejarah sebagai ruang pembelajaran bagi generasi mendatang.

Selain memiliki nilai spiritual, makam para wali menjadi tujuan wisata religi yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari perdagangan, transportasi, hingga pelayanan bagi peziarah.

Pelestarian bangunan bersejarah, pengelolaan lingkungan makam, serta penyampaian informasi sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan wisata religi.

Perjalanan Khofifah yang dimulai dari Makam Sunan Ampel di Surabaya dan berakhir di Makam Sunan Giri, Gresik, pada Senin dini hari tersebut menjadi momentum mengenang perjuangan para ulama yang turut membentuk perkembangan kehidupan keagamaan dan kebudayaan masyarakat Jawa Timur.

Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.