PemerintahanPendidikan

Mensos Pantau MPLS Sekolah Rakyat Gresik, 405 Siswa Prasejahtera Jalani Pendidikan Berasrama

3
×

Mensos Pantau MPLS Sekolah Rakyat Gresik, 405 Siswa Prasejahtera Jalani Pendidikan Berasrama

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial bersama Bupati Gresik

Gresik, analisapublik.id |Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, Jawa Timur, Senin (3/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses adaptasi siswa dan penyelenggaraan pendidikan gratis berasrama berjalan sesuai dengan tujuan program.

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu menyambangi sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang pembelajaran hingga tempat makan bersama. Ia juga berdialog dengan para siswa, guru, dan tenaga pendamping untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan MPLS pada tahun ajaran perdana.

Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin. Melalui pendidikan berasrama, peserta didik tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik secara gratis, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar serta pembinaan karakter.

Gus Ipul mengatakan, lebih dari 28 ribu siswa telah mengikuti pendidikan di berbagai Sekolah Rakyat hingga awal Agustus 2026. Pemerintah menargetkan jumlah peserta didik mencapai 40 ribu anak pada tahun ini.

“Tahun depan ditargetkan meningkat menjadi 100 ribu siswa seiring pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah selesai,” kata Gus Ipul.

Baca Juga:  Setahun Sekolah Rakyat, Mensos Apresiasi Perkembangan Siswa di Sukoharjo

Menurut dia, masa awal sekolah menjadi tahapan penting karena sebagian siswa harus beradaptasi dengan lingkungan, teman, jadwal belajar, serta pola kehidupan berasrama. Pemerintah juga terus mengevaluasi dan menyempurnakan fasilitas agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan optimal.

Dalam pelaksanaan MPLS, pemerintah melibatkan taruna Akademi Militer dan Akademi Kepolisian melalui Program Taruna Bhakti. Para taruna bertugas mendampingi siswa sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, dan wawasan kebangsaan melalui pendekatan yang humanis.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik menampung sebanyak 405 siswa pada tahun ajaran pertama. Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa tingkat sekolah dasar, 90 siswa tingkat sekolah menengah pertama, 90 siswa tingkat sekolah menengah atas, 75 siswa jenjang Sekolah Rakyat Menengah Atas, serta 60 siswa dari Kabupaten Lamongan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya menghadapi keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan baru, melainkan menjadi investasi sosial jangka panjang. Melalui pendidikan yang terarah dan berkelanjutan, para siswa diharapkan memiliki keterampilan, karakter, serta kesempatan lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan keluar dari rantai kemiskinan.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.