Surabaya,Analisapublik.id – Nuansa pendidikan berbasis pesantren mewarnai pelantikan Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 2 Surabaya periode 2026–2030 yang berlangsung di Aula Nyai Walidah SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, Selasa, 15 September 2026.
Di tengah prosesi pelantikan, siswa kelas X dan XI menampilkan program Tafaqquh Fiddin. Penampilan tersebut memperlihatkan arah pendidikan SMK MUDA yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi kejuruan, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan ilmu agama.
Kegiatan dihadiri jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karangpilang, serta seluruh civitas akademika SMK Muhammadiyah 2 Surabaya.
Tafaqquh Fiddin merupakan salah satu program SMK Muhammadiyah 2 Surabaya yang memberikan kesempatan kepada seluruh siswa merasakan pengalaman belajar di lingkungan pondok. Program tersebut menjadi ruang bagi siswa memperdalam ilmu agama sekaligus membangun kebiasaan, kedisiplinan, dan karakter Islami.
Penampilan siswa semakin menarik ketika Ketua PCM Karangpilang, K.H. Choiruddin, M.Ag., memberikan pertanyaan secara langsung mengenai materi yang telah dipelajari selama mengikuti Tafaqquh Fiddin. Para siswa mampu menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan mendapat apresiasi.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah lancar. Semoga bisa ditingkatkan lagi dan ditambah jamnya untuk anak-anak belajar di pondok setiap pekannya,” pesan Choiruddin.
Harapan tersebut menjadi catatan bagi pengembangan Tafaqquh Fiddin. Pendidikan agama dinilai tidak cukup diberikan sebatas pengetahuan, tetapi perlu mendapatkan ruang lebih luas agar menjadi kebiasaan dan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat itu sejalan dengan pesan Ketua PDM Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., yang menilai pendidikan Muhammadiyah perlu memiliki kekuatan berbasis pesantren. Generasi muda, menurutnya, perlu dibekali ilmu dunia dan akhirat secara seimbang.
“Anak-anak harus memiliki bekal untuk menghadapi kehidupan dunia, tetapi juga memiliki bekal untuk kehidupan akhirat,” menjadi semangat yang menguatkan arah pendidikan tersebut.
Dalam pelantikan itu, empat wakil kepala sekolah resmi menerima amanah untuk periode 2026–2030. Mereka adalah Sudarti, S.Ag., Gr., M.Pd., sebagai Waka ISMUBAH dan Kesiswaan; Qonik Hanifa, S.Pd., Gr., M.M., sebagai Waka Humas; Badri, S.Pd., Gr., sebagai Waka Sarpras; serta Agus Dwi Hartono, S.Si., Gr., M.Pd., sebagai Waka Kurikulum.
Keempat wakil kepala sekolah diharapkan menjadi motor penggerak program sekolah serta memperkuat sinergi antarbidang. Amanah selama empat tahun ke depan tidak hanya dipandang sebagai jabatan, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa SMK MUDA terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Phonny Aditiyawan M., S.E., M.M., turut memberikan motivasi agar SMK Muhammadiyah 2 Surabaya terus berupaya menjadi sekolah unggul di berbagai bidang.
Keunggulan tersebut diharapkan dibangun melalui peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi kejuruan, karakter siswa, prestasi, sarana prasarana, kemitraan, hingga penguatan nilai-nilai keislaman.
Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya perjalanan baru kepemimpinan SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Tafaqquh Fiddin sekaligus mengingatkan bahwa pendidikan vokasi bukan hanya menyiapkan keterampilan untuk bekerja, tetapi juga membentuk karakter dan memberikan arah melalui penguatan nilai agama.
Dengan semangat bertakwa, kompeten, dan mampu bekerja sama, SMK MUDA meneguhkan pendidikan yang mempersiapkan generasi menghadapi kehidupan dunia sekaligus membekali mereka dengan nilai untuk kehidupan akhirat.







