Pendidikan

Smamda Sidoarjo Bentuk Korps Muballig Muda, Tautkan Ilmu, Iman dan Kepedulian

2147
×

Smamda Sidoarjo Bentuk Korps Muballig Muda, Tautkan Ilmu, Iman dan Kepedulian

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO , Analisapublik.id – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo membentuk Korps Muballig Muda Muhammadiyah sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dakwah sekaligus memperkuat regenerasi kader Muhammadiyah.

Pembentukan Korps Muballig Muda tersebut melibatkan siswa terpilih yang sebelumnya telah melewati serangkaian proses seleksi dan pembinaan intensif.

Program ini menjadi salah satu upaya sekolah menjawab tantangan dakwah di tengah perkembangan zaman. Dakwah dinilai tidak lagi cukup disampaikan melalui pola konvensional, tetapi membutuhkan keterlibatan generasi muda yang adaptif, cerdas, serta mampu menyampaikan pesan keislaman sesuai perkembangan masyarakat.

Melalui Korps Muballig Muda, Smamda Sidoarjo berupaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan, keimanan yang kuat, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Sebelum dikukuhkan, para siswa menjalani sejumlah tahapan pembinaan, mulai dari pelatihan mental, pendalaman keilmuan agama hingga pembekalan kemampuan berdakwah.

Proses tersebut dirancang untuk membentuk kesiapan intelektual maupun emosional para muballig muda sebelum mereka terjun dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Pembinaan Korps Muballig Muda Smamda Sidoarjo menitikberatkan pada tiga pilar dakwah, yakni dakwah bil lisan, dakwah bil qolam, dan dakwah bil hal.

Dalam dakwah bil lisan, siswa dibekali kemampuan *public speaking* agar mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara jelas, persuasif, dan menyejukkan, baik melalui ceramah, diskusi maupun komunikasi secara langsung.

Sementara melalui dakwah bil qolam, para siswa didorong memanfaatkan tulisan sebagai sarana syiar. Mereka dibimbing menghasilkan berbagai karya, mulai dari buletin, artikel jurnalistik hingga konten kreatif dan edukatif di media sosial.

Langkah tersebut dinilai penting karena generasi muda saat ini memiliki interaksi yang tinggi dengan dunia digital.

Sedangkan dakwah bil hal menitikberatkan pada keteladanan dan aksi nyata. Para siswa diajarkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui ucapan ataupun tulisan, melainkan juga melalui perilaku serta kepedulian sosial.

Melalui pendekatan tersebut, keberadaan para muballig muda diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar melalui kegiatan sosial maupun aksi kemanusiaan.

Smamda Sidoarjo berharap ilmu yang diperoleh siswa selama mengikuti pendidikan tidak hanya berhenti sebagai teori, tetapi dapat membentuk keimanan sekaligus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk membantu sesama.

Pihak sekolah menilai pembentukan Korps Muballig Muda menjadi bagian strategis dalam menjaga proses regenerasi kader dakwah dan keberlanjutan persyarikatan Muhammadiyah.

Ke depan, Korps Muballig Muda Smamda Sidoarjo diharapkan aktif berinovasi serta berkontribusi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kehadiran para muballig muda tersebut sekaligus diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda Muslim untuk memadukan ilmu pengetahuan, keimanan, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sos

ial dalam kehidupan sehari-hari.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.