Jakarta, analisapublik.id, -Kementerian Sosial resmi mengumumkan bahwa seleksi penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 akan dimulai pada Februari 2026. Langkah ini diambil seiring dengan percepatan pembangunan gedung permanen di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa proses seleksi mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan kuota yang menyesuaikan kapasitas gedung baru yang sedang dibangun.
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum tengah merencanakan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat yang tersebar di hampir seluruh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Anambas di Kepulauan Riau.
Setiap sekolah dirancang mampu menampung sekitar 1.000 siswa dengan proyeksi penerimaan 300 siswa baru per tahun untuk setiap jenjangnya.
Dengan beroperasinya unit baru tersebut, Kemensos memperkirakan total penerimaan siswa tahun ini mencapai 45 ribu orang, dan diproyeksikan meningkat hingga 60 ribu siswa pada tahun 2027.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Program ini menjadi model pengentasan kemiskinan terpadu karena mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, hingga jaminan kesehatan dan perumahan bagi keluarga siswa.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi sejak 2025 dengan dukungan ribuan tenaga pendidik.
Meski awalnya memanfaatkan fasilitas gedung milik pemerintah daerah dan balai latihan kerja, pembangunan gedung permanen kini menjadi prioritas agar fasilitas teknologi modern seperti papan interaktif digital dan akses internet dapat dinikmati lebih maksimal oleh para siswa.( wa/ar)












