SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat upaya pencegahan kasus perundungan (bullying) di kalangan pelajar. Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, terjun langsung memberikan sosialisasi mengenai bahaya kenakalan remaja dan bullying kepada siswa SMA Negeri 1 Sangkapura, Kamis (20/11/2025).
Wabup Alif menegaskan, bullying kini tidak terbatas pada kekerasan fisik. Ia menyoroti fenomena cyberbullying yang semakin marak seiring tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja.
“Bullying adalah perilaku yang membuat seseorang tertekan, baik secara langsung maupun melalui dunia maya. Kami ingin memastikan para siswa bisa belajar dengan gembira tanpa rasa takut sehingga tumbuh menjadi generasi yang saling menghargai,” ujar Alif.
Ancaman dari Instagram, X, hingga TikTok
Dalam paparannya, Alif menekankan betapa krusialnya literasi digital di tengah masifnya penggunaan platform seperti Instagram, YouTube, X, dan TikTok. Menurutnya, kemampuan memilah informasi serta memahami etika digital adalah kunci bagi generasi muda agar tidak terpengaruh arus negatif.
“Anak-anak harus mampu membentengi diri agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan media sosial maupun paparan konten yang merugikan,” tambahnya.
Selain ancaman perundungan siber, Wabup Alif juga mengingatkan pelajar untuk waspada terhadap berita hoaks yang berpotensi menyesatkan serta memicu konflik.
“Sebagai generasi muda, kalian harus bisa mengenali hoaks dan ikut menghadirkan konten edukatif yang positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Gresik berharap kegiatan edukasi ini mampu memperkuat kolaborasi tiga pilar—sekolah, pemerintah, dan masyarakat—dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas perundungan.(Res)








