Surabaya, analisapublik.id | Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang menggelontorkan 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan untuk SMA/SMK swasta menjadi oase di tengah hiruk-pikuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Bagi ribuan calon siswa yang sempat kehilangan harapan karena tergeser dari sekolah negeri, program ini menjadi penyelamat masa depan mereka.
Rasa syukur yang mendalam salah satunya diungkapkan oleh Bima Aditya (15), seorang lulusan SMP di kawasan Rungkut, Surabaya. Bima mengaku sempat putus asa ketika namanya terlempar dari daftar penerimaan SMA negeri melalui jalur zonasi. Bayangan akan tingginya biaya pangkal dan SPP bulanan di sekolah swasta sempat membuat orang tuanya kelimpungan.
“Waktu pengumuman PPDB negeri kemarin dan nama saya tidak ada, rasanya sedih sekali karena takut membebani orang tua kalau harus masuk swasta. Tapi begitu dengar ada program potongan biaya bahkan gratis dari Pemprov untuk sekolah swasta, orang tua saya langsung sujud syukur. Alhamdulillah, saya bisa tetap sekolah tanpa bikin bapak ibu utang sana-sini,” ungkap Bima dengan mata berbinar saat ditemui usai mencari informasi pendaftaran di salah satu SMA swasta di Surabaya, Minggu (26/7/2026).
Menghapus Stigma “Swasta Itu Mahal”
Kelegaan serupa juga dirasakan oleh Nisa Maharani (15), calon siswi asal Sidoarjo yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke SMK jurusan tata boga. Berasal dari keluarga dengan ekonomi prasejahtera, Nisa awalnya ragu bisa melanjutkan pendidikan.
“Dulu mikirnya kalau nggak masuk negeri, ya terpaksa putus sekolah atau kerja bantu orang tua jualan kue. Soalnya sekolah swasta kan terkenal mahal. Tapi guru SMP saya ngasih tahu kalau ada kuota beasiswa penuh dari Pemprov Jatim. Sekarang saya lagi ngurus berkasnya. Rasanya semangat saya buat belajar dan ngejar cita-cita balik lagi,” tutur Nisa antusias.
Bagi para pelajar seperti Bima dan Nisa, program ini bukan sekadar bantuan angka, melainkan jaminan bahwa negara hadir memastikan hak pendidikan mereka.
Jaring Pengaman di Tengah Sengitnya PPDB
Langkah Pemprov Jatim ini dinilai sangat strategis. Pengamat pendidikan menyebut tingginya animo lulusan SMP seringkali tidak sebanding dengan daya tampung SMA/SMK negeri. Akibatnya, banyak anak usia sekolah yang terancam putus pendidikan.
Untuk menjawab keresahan tersebut, Pemprov Jatim bekerja sama dengan 2.106 lembaga pendidikan swasta (860 SMA dan 1.246 SMK). Sebanyak 44.421 anak ditargetkan mendapat beasiswa penuh, sementara 36.710 anak lainnya menerima subsidi potongan biaya, mulai dari uang gedung hingga SPP.
Kini, raut kecemasan para orang tua dan calon siswa berangsur berganti menjadi senyum optimisme. Puluhan ribu kuota tersebut menjadi bukti nyata bahwa kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak tidak harus selalu diukur dari kursi sekolah negeri, namun juga dari terbukanya akses yang setara di institusi swasta.












