Surabaya, analisapublik.id | Geliat persiapan menghadapi evaluasi pendidikan skala besar tengah dilakukan di Provinsi Jawa Timur. Tercatat sebanyak 447.705 peserta didik yang berasal dari 4.073 institusi pendidikan menengah dan khusus—meliputi Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB)—bersiap untuk mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sekaligus Asesmen Nasional (AN) pada tahun 2026 mendatang.
Persiapan matang ini tidak terlepas dari proses refleksi terhadap hasil evaluasi tahun sebelumnya. Aries mewakili pihak penyelenggara pendidikan menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap hasil TKA tahun 2025 telah rampung dilakukan. Hasil dari evaluasi tersebut menjadi landasan strategis untuk menentukan arah kebijakan pendidikan Jawa Timur ke depan.
“Beberapa waktu lalu kami telah mengevaluasi secara komprehensif hasil TKA 2025. Dari data yang kami peroleh, perbaikan tahun ini akan difokuskan secara tajam pada kompetensi dasar yang masih perlu ditingkatkan oleh para siswa. Secara spesifik, tantangan terbesar kita masih berada pada kemampuan Bahasa Indonesia yang berkaitan erat dengan literasi membaca, serta Matematika yang menjadi fondasi dasar numerasi,” papar Aries.
Lebih lanjut, Aries menjelaskan bahwa kelemahan pada sektor literasi dan numerasi tidak bisa diselesaikan hanya dengan meminta siswa belajar lebih giat. Oleh karena itu, pendekatan sistemik mulai diterapkan. “Salah satu langkah konkret yang kami lakukan saat ini adalah meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru melalui berbagai pelatihan. Di saat yang sama, kami juga memperkuat faktor-faktor pendukung pembelajaran di sekolah, mulai dari penyediaan fasilitas yang memadai hingga pembaruan metode pengajaran di kelas,” tambahnya.
Tes Kompetensi Akademik (TKA) sendiri didesain bukan sekadar untuk menguji hafalan materi siswa, melainkan sebagai instrumen vital untuk mengukur capaian kompetensi kognitif yang sesungguhnya. Aries merinci bahwa penilaian TKA berpusat pada tiga indikator utama:
-
Literasi: Mengukur kemampuan siswa dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks tertulis.
-
Numerasi: Menilai kecakapan siswa dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
-
Penalaran: Menguji daya kritis dan logika siswa dalam memecahkan masalah atau menganalisis informasi yang kompleks.
Dengan persiapan yang lebih terarah dan berpusat pada perbaikan kualitas tenaga pendidik, diharapkan capaian TKA dan Asesmen Nasional pelajar Jawa Timur di tahun 2026 dapat mengalami peningkatan yang signifikan./AP.












