Gaya HidupHeadlinePemerintahan

Banyuwangi Bergerak Cepat! Libatkan 11 Ribu Kader Posyandu untuk Skrining TBC Serentak.

374
×

Banyuwangi Bergerak Cepat! Libatkan 11 Ribu Kader Posyandu untuk Skrining TBC Serentak.

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengintensifkan upaya pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan melaksanakan skrining penyakit tersebut secara serentak di seluruh 25 kecamatan.

​Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa deteksi dini TBC digencarkan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penularan di masyarakat dapat ditekan.

​”Deteksi dini TBC ini penting agar penanganan semakin cepat dan penularan semakin ditekan,” ujar Bupati Ipuk saat meninjau pelaksanaan skrining di Puskesmas Mojopanggung, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Rabu.

​Bupati Ipuk juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan, yaitu dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

​”Menjaga gizi, pola hidup sehat, mengurangi kebiasaan merokok, serta masalah sanitasi ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

​Penanganan TBC telah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah setempat di bidang kesehatan. Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (12 November), Pemkab Banyuwangi juga memberikan bantuan sembako kepada pasien TBC dari keluarga prasejahtera.

​Bantuan ini disalurkan melalui program rutin Pemkab, Belanja Cantik 11 November (11/11), yang mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta lintas instansi dan organisasi masyarakat untuk berbelanja di warung rakyat terdekat.

Baca Juga:  Sekolah Rakyat Permanen Berstandar Internasional Ditargetkan Selesai Agustus 2026

​”Khusus bulan November, bantuan disalurkan selain kepada anak stunting dan keluarga prasejahtera, juga kami berikan kepada pasien TBC dan pasien yang membutuhkan,” jelas Ipuk.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan bahwa penanganan masalah sanitasi juga dilakukan, termasuk penyuluhan pentingnya pencegahan TBC pada anggota keluarga dan perbaikan sirkulasi udara di dalam rumah.

​”Ada beberapa rumah yang sirkulasinya tidak baik, kami bantu pemasangan genteng kaca agar ada sinar matahari yang masuk. Kami juga edukasi di lingkungan mereka agar anggota keluarga tidak tertular,” paparnya.

​Amir menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan 11.684 kader posyandu untuk secara aktif mencari dan mendeteksi kasus TBC melalui program active case finding di seluruh wilayah.

​”Sampai saat ini belum ada kasus kematian akibat TBC. Kami fokus pada pencegahan, memastikan rumah sehat dengan cahaya Matahari, sirkulasi udara baik, dan pengobatan yang teratur,” tegasnya. ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.