HeadlinePeristiwa

Semeru dan Merapi Siaga, Bromo Erupsi Semburkan Abu 500 Meter, Tiga Gunung Api di Jawa Aktif

12081
×

Semeru dan Merapi Siaga, Bromo Erupsi Semburkan Abu 500 Meter, Tiga Gunung Api di Jawa Aktif

Sebarkan artikel ini

Semeru dan Merapi berstatus Siaga, sementara Bromo mengalami erupsi dengan kolom abu 500 meter. Warga diminta mematuhi zona bahaya.

Surabaya, Analisapublik.id – Aktivitas vulkanik tiga gunung api di Pulau Jawa meningkat menjadi perhatian pada pekan pertama November 2026 setelah Gunung Semeru di Lumajang meluncurkan awan panas guguran, Gunung Merapi mengalami guguran lava, dan Gunung Bromo menyemburkan abu setinggi 500 meter, Sabtu 7 November 2026.

Ketiga gunung tersebut menunjukkan aktivitas berbeda dengan tingkat kewaspadaan yang juga tidak sama.

Gunung Semeru dan Merapi masih berada pada Level III atau Siaga, sedangkan Gunung Bromo berstatus Level II atau Waspada.

Semeru Luncurkan Awan Panas hingga 5,5 Kilometer

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu 7 November 2026 pukul 00.11 WIB dengan awan panas guguran meluncur sejauh 5,5 kilometer menuju Besuk Kobokan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian melaporkan kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 01.23 WIB dengan kolom abu sekitar 200 meter, kemudian pukul 08.09 WIB disertai awan panas guguran sejauh 3,5 kilometer.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Yudhi Cahyono membenarkan terjadinya awan panas guguran pada Sabtu pagi.

“Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 3.500 meter mengarah ke tenggara,” ujar Yudhi.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Tanam 8.100 Mangrove di Probolinggo, Raih Rekor MURI

Sehari sebelumnya, Jumat 6 November 2026 pukul 15.48 WIB, Semeru juga mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Agastya Rajendra melaporkan erupsi tersebut disertai awan panas guguran sejauh sekitar 5 kilometer menuju Besuk Kobokan.

Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak.

Warga juga diminta tidak memasuki radius 5 kilometer dari kawah serta mewaspadai potensi awan panas dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Merapi Catat 17 Guguran Lava

Sementara itu, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunjukkan aktivitas erupsi efusif berupa guguran lava pijar.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 17 guguran lava selama periode pengamatan 30 Oktober hingga 5 November 2026.

Sebanyak sembilan guguran mengarah ke Kali Krasak dengan jarak maksimum 2 kilometer, sedangkan delapan guguran menuju Kali Sat atau Kali Putih dengan jarak mencapai 1,9 kilometer.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan suplai magma dari kedalaman masih berlangsung.

“Aktivitas vulkanis Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat mememicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” ujar Agus.

Baca Juga:  Polda Jatim Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Keamanan

Merapi tetap berstatus Level III atau Siaga dengan ancaman guguran lava dan awan panas pada sektor-sektor yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas di kawasan yang masuk dalam rekomendasi bahaya BPPTKG.

Bromo Erupsi, Kolom Abu Capai 500 Meter

Di Jawa Timur, Gunung Bromo mengalami erupsi pada Kamis 5 November 2026 pukul 17.11 WIB dengan kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Bromo Budi Marwanto melaporkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal bergerak ke arah barat.

“Terjadi erupsi Gunung Bromo pada hari Kamis pukul 17.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Budi.

Erupsi tersebut tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 46 detik.

Budi mengingatkan masyarakat, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata mengenai potensi letusan freatik yang dapat terjadi secara mendadak.

“Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba – tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas,” tuturnya.

Baca Juga:  Kapolsek Pacet Mojokerto Serap Keluhan Petani Soal Air Bersih dan Ketahanan Pangan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif juga mengimbau masyarakat mengikuti rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan mematuhi arrahan petugas sesuai dengan rekomendasi batas aman yang sudah direkomendasikan oleh PVMBG,” katanya.

Pada Jumat 6 November 2026, Budi menyampaikan bahwa intensitas semburan abu Gunung Bromo mulai berkurang, meskipun aktivitas vulkaniknya masih dalam pemantauan.

“Untuk kondisi Gunung Bromo masih Level II. Rekomendasinya satu kilometer menjauhi kawah. Status tetap,” jelasnya.

Dengan status Level II atau Waspada, masyarakat dan wisatawan diminta tidak memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Bromo.

Warga Diminta Patuhi Zona Bahaya

Aktivitas Semeru, Merapi, dan Bromo dalam waktu berdekatan tidak dapat langsung diartikan sebagai peristiwa vulkanik yang saling berkaitan.

Belum terdapat dasar ilmiah dalam informasi pemantauan yang disampaikan untuk menyimpulkan adanya hubungan langsung antara aktivitas ketiga gunung tersebut.

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana maupun wisatawan diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BPPTKG, BPBD, dan pemerintah daerah.

Kepatuhan terhadap batas aman menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko akibat awan panas, guguran lava, hujan abu, maupun letusan mendadak.

Reporter: Suprawoto
Redaktur: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.