PendidikanPeristiwa

Wamendag Kunjungi MAN 2 Kota Malang, Dorong Sekolah Garuda Cetak Wirausaha Muda Berdaya Saing Global

4
×

Wamendag Kunjungi MAN 2 Kota Malang, Dorong Sekolah Garuda Cetak Wirausaha Muda Berdaya Saing Global

Sebarkan artikel ini

Malang, analisapublik.id |Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan pendidikan kewirausahaan bagi pelajar sejak berada di bangku sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

Pesan itu disampaikan Dyah Roro saat meninjau pelaksanaan Program Sekolah Garuda Transformasi di Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, 24 Juli 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Kepala MAN 2 Kota Malang Samsudin.

Selain melihat lingkungan dan fasilitas sekolah, Wamendag berdialog dengan siswa serta tenaga pendidik mengenai proses pembelajaran yang dikembangkan di madrasah tersebut. Peninjauan difokuskan pada penguatan literasi digital, riset, dan kewirausahaan sebagai bekal siswa menghadapi persaingan global.

Dyah Roro menilai Sekolah Garuda tidak hanya bertugas mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan. Program tersebut juga diharapkan menjadi fondasi pembentukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik, keterampilan praktis, serta kesiapan menghadapi perkembangan ekonomi dunia.

Kewirausahaan Perlu Dikenalkan Sejak Sekolah

Menurut Dyah Roro, pendidikan kewirausahaan perlu diberikan sedini mungkin agar siswa terbiasa membaca peluang, menyelesaikan masalah, dan mengembangkan gagasan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Pembelajaran tersebut tidak harus langsung menempatkan pelajar sebagai pelaku bisnis. Sekolah dapat terlebih dahulu menanamkan pola pikir kreatif, keberanian mencoba, kemampuan bekerja sama, serta ketekunan dalam mengembangkan sebuah karya.

Bekal itu dinilai relevan karena dunia kerja dan perdagangan terus berubah. Generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki keterampilan berkomunikasi, beradaptasi, menggunakan teknologi, dan memahami kebutuhan pasar.

Wamendag berharap siswa Sekolah Garuda dapat tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya mencari lapangan pekerjaan, tetapi juga memiliki keberanian menciptakan peluang usaha dan membuka pekerjaan bagi masyarakat.

Semakin banyak anak muda yang terjun ke dunia usaha, semakin besar pula peluang munculnya produk baru, aktivitas ekonomi, dan kesempatan kerja. Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.

Produk Lokal Berpeluang Menembus Pasar Dunia

Dalam kesempatan itu, Dyah Roro menyinggung besarnya potensi produk Indonesia untuk berkembang di pasar nasional maupun internasional. Produk berbasis kopi, kakao, dan fesyen menjadi beberapa sektor yang dinilai memiliki peluang cukup kuat.

Namun, potensi tersebut harus didukung kualitas produk, inovasi, konsistensi, desain, pengemasan, serta kemampuan membaca selera konsumen. Pelaku usaha muda juga perlu memahami pemasaran digital dan membangun jaringan agar produknya dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Karena itu, pembelajaran kewirausahaan di sekolah sebaiknya tidak berhenti pada teori. Siswa perlu mendapatkan kesempatan melakukan praktik sederhana, mulai dari merancang produk, menghitung kebutuhan produksi, menyusun strategi promosi, hingga mengevaluasi tanggapan konsumen.

Pengalaman tersebut akan membantu pelajar memahami bahwa membangun usaha membutuhkan proses, kreativitas, perencanaan, serta kemauan memperbaiki kekurangan.

Kementerian Perdagangan juga memiliki berbagai program yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk mempelajari pengembangan usaha dan akses pasar. Kesempatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan kreativitas pelajar dengan ekosistem perdagangan yang lebih luas.

MAN 2 Kota Malang Kembangkan Laboratorium Kewirausahaan

Kepala MAN 2 Kota Malang Samsudin menjelaskan, pihaknya telah mengembangkan pembelajaran prakarya dan kewirausahaan sebagai sarana bagi siswa untuk mengenali peluang bisnis.

Madrasah tersebut juga memiliki laboratorium pembelajaran yang mendukung kegiatan prakarya dan kewirausahaan. Fasilitas itu dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta didik, sehingga pembelajaran tidak semata-mata berlangsung di dalam kelas.

Menurut Samsudin, siswa perlu dibekali kemampuan di luar bidang akademik. Keterampilan kewirausahaan diharapkan dapat membentuk kemandirian sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi berbagai pilihan setelah menyelesaikan pendidikan.

MAN 2 Kota Malang juga menyediakan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memasarkan produknya melalui kantin yang dikelola koperasi sekolah. Kehadiran produk UMKM tersebut dapat menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa untuk mengenal aktivitas produksi, pemasaran, dan transaksi.

Melalui interaksi tersebut, siswa dapat melihat bagaimana sebuah produk dikembangkan dan dipasarkan kepada konsumen. Model pembelajaran berbasis pengalaman dinilai dapat membuat materi kewirausahaan lebih kontekstual dan mudah dipahami.

Sekolah Garuda Perkuat Talenta Unggul

Sekolah Garuda Transformasi merupakan program penguatan bagi SMA dan madrasah aliyah yang telah memiliki rekam jejak dalam pembinaan prestasi siswa. Sekolah terpilih didorong meningkatkan kualitas pembelajaran, pengembangan talenta, serta kesiapan peserta didik menuju perguruan tinggi unggulan.

Penetapan MAN 2 Kota Malang sebagai bagian dari Sekolah Garuda Transformasi menjadi peluang untuk memperluas pengembangan pendidikan berbasis riset, sains, teknologi, kepemimpinan, dan kewirausahaan.

Program tersebut juga membuka ruang kolaborasi antara sekolah, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi diperlukan agar siswa memperoleh akses terhadap pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan penguatan tersebut, Sekolah Garuda diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berprestasi secara akademik. Para siswa juga ditargetkan memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, kecakapan digital, dan keberanian berinovasi.

Kunjungan Wamendag ke MAN 2 Kota Malang menegaskan pentingnya menghubungkan pendidikan dengan perkembangan ekonomi dan perdagangan. Sekolah bukan hanya tempat memperoleh nilai akademik, tetapi juga ruang untuk menemukan potensi, melahirkan gagasan, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

Melalui penguatan riset, literasi digital, dan kewirausahaan, siswa Sekolah Garuda diharapkan mampu menciptakan karya dan produk berkualitas. Dalam jangka panjang, mereka dapat menjadi bagian dari lahirnya pelaku usaha baru yang mengangkat potensi lokal sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.