Lumajang, analisapublik.id – Pemerintah pusat akan menyerap 1.000 ton gula dari petani di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kepastian ini disambut baik oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk melindungi harga jual dan menyejahterakan petani.
Bupati Indah, yang akrab disapa Bunda Indah, menjelaskan bahwa petani tebu adalah tulang punggung ekonomi desa di Lumajang. Dengan harga minimal Rp14.500 per kilogram, petani dapat menutup biaya produksi dan mendapatkan harapan baru untuk terus berproduksi.
Sebagai salah satu lumbung tebu penting di Jawa Timur, setiap butir gula yang dihasilkan oleh petani Lumajang tidak hanya menghidupi keluarga mereka, tetapi juga menopang ketahanan pangan nasional. “Intervensi cepat pemerintah pusat melalui serapan gula menjadi simbol nyata perhatian negara terhadap sektor pertanian rakyat,” ujar Bunda Indah.
Ia menambahkan, “Kebijakan ini lebih dari sekadar transaksi jual beli. Ini adalah jaminan bahwa kerja keras petani dihargai, sekaligus memastikan stok pangan nasional tetap stabil.”
Bunda Indah menegaskan bahwa komitmen dari pemerintah pusat ini harus didukung dengan penguatan di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Lumajang siap mendampingi petani untuk meningkatkan kualitas tebu, memperkuat kelompok tani, dan mendorong hilirisasi produk berbasis gula.
”Kami ingin memastikan bahwa petani tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh. Dengan sinergi pusat dan daerah, Lumajang bisa menjadi contoh daerah yang kuat secara ekonomi sekaligus berdaya dalam menjaga ketahanan pangan bangsa,” katanya.
Menurutnya, perlindungan terhadap petani tebu adalah investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Keberhasilan menjaga kesejahteraan petani saat ini akan menjadi modal sosial yang besar untuk mencetak generasi penerus yang lebih sejahtera, tangguh, dan mandiri.
”Petani kami bukan hanya penghasil gula, tetapi juga penjaga masa depan bangsa. Jika mereka sejahtera, maka ekonomi desa tumbuh, pendidikan anak-anak terjamin, dan ketahanan pangan semakin kokoh,” pungkas Bunda Indah. ( wa/ar)










