HeadlinePemerintahan

Gedung Singa Surabaya Hidup Kembali, IFG Life Sulap Ikon Cagar Budaya Jadi Studio Imersif Digital Kolaborasi Dengan Pemkot

385
×

Gedung Singa Surabaya Hidup Kembali, IFG Life Sulap Ikon Cagar Budaya Jadi Studio Imersif Digital Kolaborasi Dengan Pemkot

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Warisan arsitektur bersejarah Kota Surabaya, Gedung Singa, kembali menarik perhatian publik. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambut baik inisiatif dari PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi (IFG), yang menggelar acara bertajuk “Resonance of Light: Honoring the Past, Protecting the Future” di gedung ikonik tersebut pada Rabu (19/11/2025).

Gedung Singa, yang didirikan pada tahun 1901 dan merupakan mahakarya arsitek ternama H. P. Berlage, kini bertransformasi menjadi ruang pameran yang memadukan sejarah dengan teknologi digital mutakhir. Acara ini mencakup dua rangkaian utama: Indoor Immersive Experience dan Property Asset Showcase.

Mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Maria Theresia Ekawati Rahayu (akrab disapa Yayuk), menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah IFG Life. Yayuk menilai inisiatif ini patut dipuji karena memberikan makna baru pada pelestarian cagar budaya, memungkinkannya tetap relevan dan beraktivitas di era digital.

“Hadirnya studio imersif ini menandai sinergi harmonis antara warisan budaya dan teknologi modern. Melalui teknologi visual dan interaktif, sejarah dan arsitektur kota tidak lagi hanya dinikmati lewat tulisan, melainkan dapat dihidupkan dan dirasakan secara mendalam oleh masyarakat, khususnya generasi muda Surabaya,” ujar Yayuk dalam sambutannya.

Baca Juga:  Cegah Pohon Tumbang, Pemkot Surabaya Gandeng Kampus Gunakan Alat Deteksi Khusus

Yayuk menambahkan, bagi kota dengan sejarah yang kaya seperti Surabaya, Studio Imersif di Gedung Singa menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan, tempat kisah sejarah dikisahkan kembali dengan cara yang relevan dengan perkembangan dunia saat ini. Pemkot berharap kolaborasi ini akan terus berlanjut, menjadikan Gedung Singa ruang edukatif, inspiratif, dan ruang hidup.Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa inisiatif untuk membuka kembali Gedung Singa berawal dari permintaan Wali Kota Eri agar gedung yang kokoh berdiri sejak 1901 ini dapat diteliti dan dimanfaatkan publik.

“Melalui komunikasi, kami bertemu Bapak Mufti, kolaborasi ini terwujud dalam bentuk studio imersif. Ini adalah kesempatan langka bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung keunikan arsitektur Gedung Singa, seperti Talang 1001 yang masih kokoh serta keindahan interior dan eksteriornya,” jelas Hidayat.

Hidayat menggarisbawahi bahwa acara yang berlangsung sejak 20–28 November 2025 ini sejalan dengan program edukasi dan wisata Pemkot Surabaya. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan waktu ini untuk menyukai gedung-gedung lama dan belajar tentang desain, bahan, serta sejarah yang terkandung di dalamnya. Direktur Investasi IFG Life, Mufri Dharmawan, menuturkan bahwa konsep visual immersive yang diusung dalam “Resonance of Light” menghadirkan pengalaman multisensori, membawa pengunjung menyusuri perjalanan waktu Gedung Singa.

Baca Juga:  Satpol PP Bongkar Lapak Liar di Atas Saluran Air , Tertibkan Jalan Johar dan Sulung

“Warisan sejarah Gedung Singa tak pernah padam. Kami menghidupkan kembali semangat perjuangan dari masa lalu yang disimbolkan oleh dua patung singa di pintu masuk, untuk melangkah menuju masa depan. Melalui immersive experience ini, kami ingin menghadirkan ruang publik yang hidup dan inspiratif bagi generasi hari ini,” ujar Mufri.

Selain pengalaman visual, pengunjung juga dapat melihat berbagai pilihan aset properti potensial dengan lokasi strategis di wilayah Jawa Timur melalui IFG Life Property Asset Showcase. Mufri berharap pameran ini dapat membuka kesempatan bagi masyarakat dan calon investor untuk melihat lebih dekat properti strategis yang dikelola oleh IFG Life.

Pameran “Resonance of Light: Honoring the Past, Protecting the Future” berlokasi di Jalan Jembatan Merah 19–23. Acara ini diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum mulai tanggal 20 hingga 28 November 2025.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.