HeadlinePemerintahan

Ekonomi Kreatif Tuban Bergelora di 100 Persen Tuban, Dari UMKM Award hingga Persiapan Program Nasional

299
×

Ekonomi Kreatif Tuban Bergelora di 100 Persen Tuban, Dari UMKM Award hingga Persiapan Program Nasional

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Ratusan warga memadati Tuban Abirama sejak Kamis (27/11/2025) untuk meramaikan gelaran “100 Persen Tuban”. Acara yang berlangsung selama tiga hari (27–29 November) ini menampilkan 68 stan UMKM, yang menjadi barometer meningkatnya minat masyarakat Tuban terhadap produk lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban membagi stan menjadi 53 kuliner dan 15 kerajinan, menyajikan aneka olahan pangan siap saji, camilan, minuman, hingga produk kreatif seperti batik, aksesori, dan anyaman. Pameran ini dimanfaatkan pelaku usaha untuk memamerkan produk sekaligus memperkenalkan proses produksinya kepada pengunjung.

Kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan juga ajang apresiasi bagi pelaku UMKM berprestasi. Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menyerahkan UMKM Award 2025 kepada tiga pemenang: B’Neis (Juara 1), D’KAYAteen (Juara 2), dan R&G (Juara 3).

Dalam pidatonya, Wabup Joko Sarwono menekankan pentingnya keberlanjutan program “100 Persen Tuban” sebagai pendorong nyata pengembangan ekonomi kreatif.

“Tahun ini, 100 Persen Tuban kembali memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif UMKM Kabupaten Tuban. Program ini jangan berhenti sebagai pameran semata, tetapi harus menjadi ruang lahirnya inovasi UMKM,” ujar Wabup, Kamis (27/11/2025).

Wabup juga menyerahkan sertifikat hak merek dan sertifikat halal, menegaskan dukungan Pemkab terhadap peningkatan tata kelola dan legalitas produk lokal.

Untuk memperkuat kualitas program, Wabup Joko Sarwono mendorong Diskopumdag memasukkan kegiatan ini ke dalam penilaian Innovative Government Awards (IGA). Ia menyoroti perlunya perbaikan indikator, termasuk aspek duplikasi, agar inovasi daerah ini dapat dipertimbangkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Wabup juga secara kontekstual mengaitkan kegiatan ini dengan persiapan dua agenda nasional yang akan datang, yaitu pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tahun 2026 dan penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban.

Menurutnya, kedua agenda tersebut sangat membutuhkan basis data dan praktik baik dari UMKM. Ia berharap pelaku usaha dapat mendukung proses tersebut melalui inovasi dan peningkatan kualitas produk yang berpotensi menjadi pemasok dalam program KDKMP dan MBG.

“Pada prinsipnya, mari kita terus menggelorakan produk UMKM Kabupaten Tuban dengan mengangkat potensi lokal yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya, menegaskan UMKM sebagai fondasi krusial pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain pameran dan penghargaan, gelaran ini juga diramaikan dengan kompetisi seni. Pada hari kedua dan ketiga, diselenggarakan Festival Band tingkat Kabupaten Tuban untuk kategori SMP/MTs dan SMA/SMK/MA sederajat, menunjukkan sinergi antara ekonomi kreatif dan ruang ekspresi generasi muda.

(Res)

 

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.