HeadlinePemerintahan

Jawa Timur Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Lokomotif Ekonomi Digital, Sinergi dengan Influencer Lokal

363
×

Jawa Timur Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Lokomotif Ekonomi Digital, Sinergi dengan Influencer Lokal

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI menggelar Media Briefing Diskusi Redaksi (DIKSI) di Surabaya, Kamis (27/11/2025), dengan fokus pada strategi penguatan ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi. Bertema “Koperasi Desa Merah Putih: Strategi & Digitalisasi Perkuat Ekonomi”, acara ini menggarisbawahi peran desa sebagai ujung tombak pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Timur (Jatim).

Kegiatan hybrid yang melibatkan media Pokja Grahadi ini menghadirkan perwakilan dari Kementerian Koperasi RI, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, serta Dinas Kominfo Provinsi Jatim.

Sekretaris Dinas Kominfo Jatim, Suharlina Kusumawardani, dalam sambutannya menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia di tingkat desa adalah kunci keberhasilan program Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP).

“Sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak secara nasional dan capaian 100 persen pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, kami ingin memastikan aparatur desa memiliki literasi digital yang kuat,” ujar Suharlina.

Ia menambahkan, dukungan teknologi dan kolaborasi komunitas akan mendorong koperasi desa bertransformasi menjadi lokomotif ekonomi rakyat yang modern dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Nanang Abu Hamid, memaparkan progres signifikan KDKMP. Total 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah memiliki status badan hukum, dan 99 persen di antaranya merupakan koperasi yang baru dibentuk.

Nanang menjelaskan, pembangunan gerai koperasi terus berjalan masif di seluruh wilayah Jatim. “Saat ini ada 1.915 gerai koperasi yang sedang dibangun dan ratusan lainnya telah beroperasi. Layanannya juga semakin beragam, mulai dari sembako, apotek, klinik, logistik, pergudangan, simpan pinjam, hingga usaha berbasis potensi desa,” jelasnya.

Nanang menegaskan, gerai koperasi bukan hanya sekadar pusat layanan, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi lokal yang hadir nyata sebagai kekuatan finansial warga, bukan sekadar lembaga administratif.

Aspek transformasi digital di desa dibahas oleh Eko Setiawan, Ketua Tim Kemitraan Publik Dinas Kominfo Jatim. Dengan 4.716 desa mandiri – jumlah terbanyak secara nasional – digitalisasi dinilai sebagai fondasi penguatan koperasi desa.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Penguatan akses internet, pengelolaan website desa, hingga pemanfaatan radio komunitas menjadi bagian penting ekosistem digital desa,” terang Eko.

Eko juga menyoroti peran strategis Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). “Jatim memiliki 1.119 KIM, dan 707 di antaranya telah terintegrasi dengan KDKMP. KIM menjadi penghubung masyarakat, penyebar literasi digital, sekaligus jembatan informasi agar koperasi desa semakin dikenal dan dimanfaatkan,” pungkasnya.

Melalui diskusi ini, Komdigi RI berharap terjadi kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, media, dan masyarakat untuk memperkuat Koperasi Desa Merah Putih serta mempercepat digitalisasi desa secara inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.