SURABAYA, analisapublik.id — Pemerintah Kabupaten Tuban sukses mencatatkan namanya di barisan elit daerah dengan tata kelola keamanan terbaik di Jawa Timur. Lewat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, Bumi Wali menyabet peringkat keempat kinerja terbaik kabupaten/kota se-Jawa Timur tahun 2024.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tuban, Yudi Irwanto, yang mewakili Bupati Tuban. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dalam Upacara Peringatan Hari Bela Negara di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (19/12/2025).
Pemprov Jawa Timur menilai laporan rencana aksi terpadu yang disusun Pemkab Tuban memenuhi kriteria krusial: komprehensif, responsif, dan berkelanjutan. Penilaian ini mencerminkan bagaimana Tuban tidak hanya memadamkan api konflik saat terjadi, tetapi membangun sistem pencegahan yang sistematis.
Kepala Bakesbangpol Tuban, Yudi Irwanto, mengungkapkan bahwa prestasi ini bukan hasil kerja satu instansi semata, melainkan buah dari orkestrasi kerja kolektif.
“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. Prestasi ini menjadi penguat komitmen kami untuk terus menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial di masyarakat,” ujar Yudi usai menerima penghargaan.
Yudi menjelaskan, di bawah komando Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, strategi penanganan konflik di Tuban bergeser pada penguatan sinergi lintas sektor. Kekuatan utama terletak pada kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI–Polri, serta peran krusial tokoh masyarakat dan agama.
Pendekatan ini mengedepankan partisipasi aktif warga sebagai mata dan telinga dalam deteksi dini potensi gesekan di akar rumput.
“Sesuai arahan Bapak Bupati, pendekatan dialogis dan pemetaan kerawanan konflik terus diperkuat. Langkah pencegahan yang terukur adalah kunci agar Tuban tetap aman dan kondusif bagi pembangunan,” tambahnya.
Bagi Pemkab Tuban, penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Stabilitas sosial dipandang sebagai infrastruktur “tak kasat mata” yang menjadi syarat mutlak pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan menempati posisi empat besar di Jawa Timur, Tuban kini dipandang sebagai salah satu rujukan daerah dalam menjaga persatuan dan ketertiban.
Ke depan, Pemkab Tuban menargetkan peningkatan kualitas tata kelola penanganan konflik yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman, guna memastikan setiap potensi gangguan keamanan dapat diredam melalui meja dialog sebelum menjadi eskalasi sosial.
(Res)












