HeadlinePemerintahan

Bupati Bojonegoro Kukuhkan FKUB Baru, Ingatkan Bahaya Hoaks di Era Digital

249
×

Bupati Bojonegoro Kukuhkan FKUB Baru, Ingatkan Bahaya Hoaks di Era Digital

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro periode 2025–2030 resmi dikukuhkan. Pelantikan dilakukan oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, pada Kamis (27/11/2025).

Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada pengurus FKUB periode sebelumnya atas kerja keras dan sinergi yang berhasil menjaga ruang toleransi di Bojonegoro. Kerukunan antarumat beragama di daerah itu disebutnya terpelihara dengan baik berkat peran FKUB yang konsisten menciptakan dialog dan rasa saling menghargai.

“Terima kasih atas perjuangan dan dedikasi yang telah ditunjukkan FKUB. Kerukunan yang kita rasakan hari ini adalah hasil kerja bersama yang tidak sederhana,” ujar Setyo.

Kepada pengurus FKUB yang baru, Bupati menyampaikan selamat sekaligus harapan besar agar mereka mampu melanjutkan peran strategis dalam memperkuat keharmonisan dan gotong royong. Namun, ia secara khusus menyoroti tantangan besar yang dibawa oleh era digital.

“Teknologi berkembang sangat cepat. Media sosial bisa bermanfaat, tetapi juga dapat membawa hoaks yang memecah belah. FKUB perlu menjadi filter, dan saya minta agar ada bidang khusus yang menangani isu-isu media sosial,” tegasnya.

Baca Juga:  Nurul Azizah Ajak Satpol PP Bojonegoro Harus Paham Hukum dan Jangan Ragu Tertibkan Toko Tanpa Izin

Bupati menekankan pentingnya melanjutkan dialog lintas agama dan memastikan bahwa Pemkab Bojonegoro siap menjadi mitra FKUB. “Setiap agama mengajarkan kebersamaan dan kebaikan. Kerukunan adalah jalan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Ketua FKUB Bojonegoro periode 2025–2030 yang baru dikukuhkan, Hanafi, menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kerukunan umat beragama di Bojonegoro adalah hasil proses panjang yang perlu terus dipelihara dan diperkuat.

“Kami mohon doa restu dan dukungan. Ke depan, kami ingin memperkuat silaturahmi, dialog, dan pendampingan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan keagamaan secara baik dan damai,” ujar Hanafi.

Hanafi juga menegaskan komitmen FKUB untuk menjaga koordinasi intens dengan pemerintah daerah serta menjadi teladan dalam memupuk toleransi. “Mari bekerja dengan tulus, melangkah dengan niat yang baik dan cara yang jernih,” pesannya, menutup sesi pengukuhan tersebut.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum bagi FKUB Bojonegoro untuk adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya dalam menjaga narasi damai di tengah hiruk pikuk informasi digital.

Baca Juga:  Bojonegoro Bangun MI Silahul Muslimin Usai Viral Kondisi Memprihatinkan

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.