EDITORIALHeadline

Aktivis 98 Cak Aris Ajak Mahasiswa Sampaikan Kritik Secara Elegan dan Konstruktif demi Indonesia Emas

1911
×

Aktivis 98 Cak Aris Ajak Mahasiswa Sampaikan Kritik Secara Elegan dan Konstruktif demi Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini

Surabaya – analisapublik.id | Aktivis Reformasi 1998 asal Surabaya, Cak Aris, mengajak mahasiswa dan generasi muda Indonesia untuk tetap aktif menyampaikan kritik terhadap pemerintah, namun dilakukan secara santun, konstruktif, dan berdasarkan argumentasi akademis yang dapat memberikan solusi bagi kemajuan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Cak Aris melalui pernyataan yang ditujukan kepada mahasiswa dan masyarakat luas sebagai bentuk kepeduliannya terhadap dinamika penyampaian pendapat yang berkembang di berbagai platform media sosial.

Menurut Cak Aris, sebagai negara demokrasi yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan kritik, saran, maupun masukan terhadap kebijakan pemerintah. Namun, ia menilai kritik yang disampaikan hendaknya tetap mengedepankan etika, fakta, dan tujuan untuk membangun bangsa.

“Indonesia adalah negara demokrasi. Kritik dan saran sangat diperlukan dalam proses pembangunan bangsa. Namun kritik yang disampaikan sebaiknya bersifat membangun, memberikan solusi, dan tidak berisi hujatan maupun penghinaan terhadap pihak tertentu,” ujarnya.

Cak Aris yang mengaku pernah menjadi bagian dari gerakan mahasiswa pada era Reformasi 1998 mengatakan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, setiap pendapat yang disampaikan harus mencerminkan kapasitas intelektual dan tanggung jawab moral sebagai insan akademis.

Ia menyoroti sejumlah konten dan perdebatan yang berkembang di media sosial yang menurutnya terkadang lebih banyak mengedepankan emosi dibandingkan substansi. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi kualitas diskursus publik yang seharusnya menjadi ruang pertukaran gagasan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Dalam pandangannya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, perbedaan tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk melakukan penghinaan, pencemaran nama baik, maupun penyebaran narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Cak Aris juga mengajak generasi muda untuk mengambil pelajaran dari berbagai negara yang mampu bangkit dari keterpurukan melalui semangat persatuan, kerja keras, serta komitmen membangun negaranya. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju apabila seluruh elemen bangsa mampu berkolaborasi dan berkontribusi secara positif.

“Mahasiswa harus mampu menghadirkan kritik yang elegan, akademis, dan memberikan alternatif solusi. Dengan demikian, kritik yang disampaikan tidak hanya menjadi bentuk kontrol sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama membangun Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Menutup pesannya, Cak Aris mengajak generasi muda untuk memperkuat semangat nasionalisme dan berperan aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas melalui kontribusi nyata di berbagai bidang.

Ia berharap budaya berdiskusi dan menyampaikan pendapat di ruang publik dapat terus berkembang secara sehat, sehingga mampu menghasilkan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Sumber: Analisapublik.id

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.