HeadlinePemerintahan

Bupati Tuban Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 693 Pegawai, Jadi Ujung Tombak Layanan Operasional

×

Bupati Tuban Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 693 Pegawai, Jadi Ujung Tombak Layanan Operasional

Sebarkan artikel ini

TUBAN, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Tuban resmi menambah ratusan tenaga baru untuk memperkuat layanan administrasi dan operasional di berbagai sektor. Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada 693 pegawai dalam sebuah seremoni di Pendapa Krida Manunggal Tuban, Jumat (5/12/2025).

Pengangkatan 693 PPPK Paruh Waktu ini difokuskan pada formasi Penata Layanan Operasional dan Operator Layanan Operasional. Para pegawai ini akan ditempatkan di perangkat daerah, lembaga pendidikan, dan fasilitas kesehatan di seluruh Kabupaten Tuban.

Acara penyerahan SK tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Budi Wiyana, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Dalam arahannya, Bupati Aditya Halindra Faridzky, atau yang akrab disapa Mas Lindra, menegaskan bahwa kepercayaan adalah dasar utama penugasan bagi seluruh penerima SK. Ia menyebut 693 pegawai ini sebagai perpanjangan tangan kepala daerah untuk mendukung pembaruan data dan peningkatan kualitas layanan publik.

“Setiap pegawai memegang peran strategis karena ditempatkan langsung pada unit layanan yang bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Mas Lindra.

Baca Juga:  Libur Nataru 2025, Tuban Siagakan Ratusan Personel Gabungan Antisipasi Lonjakan Mobilitas dan Cuaca Ekstrem

Mas Lindra menambahkan, kinerja PPPK ini akan dievaluasi secara ketat. Evaluasi akan dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan efektivitas penugasan dan menjadi dasar bagi pembinaan lanjutan.

“Evaluasi ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menjaga kualitas layanan serta memastikan setiap pegawai berada pada posisi yang tepat. Pegawai dengan kinerja baik berpeluang mendapat apresiasi dan pengembangan lebih lanjut,” tegasnya.

Mas Lindra Desak ASN Keluar dari ‘Zona Nyaman’
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya membangun mentalitas yang terbuka terhadap perubahan. Ia meminta para PPPK Paruh Waktu untuk siap keluar dari zona nyaman.

“Jangan pernah terbelenggu dalam zona nyaman. Beradaptasilah dan keluarlah dari zona nyaman untuk mendapatkan pembelajaran yang luar biasa,” pesannya.

Ia mengingatkan bahwa penempatan baru adalah bagian dari proses adaptasi, bukan hukuman. Rasa nyaman yang berlebihan, menurutnya, justru menghambat perkembangan profesionalitas pegawai.

Mengakhiri arahannya, Bupati Lindra meminta seluruh PPPK menjaga amanah, bekerja dengan integritas, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Tuban.

“Jangan ada yang menundukkan kepala. Semua sama, semua setara sebagai aparatur yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam merealisasikan percepatan pelayanan publik di Tuban.

Baca Juga:  Momen Hakordia 2025 , Bupati Tuban Pimpin Deklarasi Tolak Korupsi Kolusi Dan Nepotisme

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.