Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan terbuka terhadap kritik pers berbasis fakta saat menerima JMSI yang mendorong profesionalisme dan independensi media.
Sidoarjo, Analisapublik.id – Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terbuka terhadap pemberitaan kritis sepanjang berdasarkan fakta dan tidak menyerang pribadi saat menerima audiensi pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Sidoarjo di rumah dinas bupati, Jumat, 30 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang membahas hubungan pemerintah daerah dengan perusahaan pers siber, termasuk keterbukaan informasi, pengawasan kebijakan publik, dan profesionalisme pemberitaan.
Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak mempermasalahkan pemberitaan yang mengkritisi tata kelola pemerintahan maupun pelaksanaan program pembangunan selama informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.
“Selama tidak menyerang personal, apapun berita yang dimuat tidak masalah. Yang penting berita itu memang benar, sesuai fakta dan bersifat konstruktif sehingga dapat bermanfaat untuk kebaikan bersama,” ujarnya.
Sikap tersebut membuka ruang bagi media untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Subandi, perusahaan pers siber memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Ia berharap JMSI dapat mendorong pengelolaan perusahaan media yang profesional sehingga pemberitaan yang dihasilkan memberikan manfaat bagi publik.
”Peran media sangat strategis mendukung pemerintahan. Jadi mari kita bersama-sama menjaga dan membangun Sidoarjo agar lebih baik lagi ke depannya,” tambah Abah Subandi.
Audiensi yang berlangsung di gazebo depan rumah dinas bupati tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sidoarjo Eri Sudewo, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Anita Inggit Zainuris Shofa, Kepala Dinas P2CKTR M. Bachruni Aryawan, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ridho Prasetyo.
Dari jajaran JMSI Sidoarjo hadir Ketua Saiful Bakhri, Sekretaris Slamet Abidin, Bendahara M. Haris Sokran, bersama sejumlah pengurus lainnya.
Saiful menjelaskan bahwa JMSI menjadi wadah bagi perusahaan pers siber untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, profesionalisme pengelolaan media, serta independensi pemberitaan.
“Bagi kami JMSI bukan sekadar wadah perusahaan media, juga sebagai ruang kolaborasi untuk bersama-sama mendorong lahirnya ekosistem pers lokal yang profesional, independen, sehat, dan memiliki manfaat nyata bagi Sidoarjo,” pungkasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa JMSI telah menjadi konstituen Dewan Pers berdasarkan Surat Keputusan Nomor 15/SK-DP/2022.
Organisasi tersebut memiliki struktur kepengurusan mulai tingkat pusat hingga kabupaten dan kota sebagai bagian dari penguatan perusahaan pers siber.
Sementara itu, Ketua JMSI Jawa Timur Syaiful Anam mengapresiasi komunikasi yang terbangun antara pengurus JMSI Sidoarjo dan pemerintah kabupaten.
“Ini bukan kolusi, tapi wujud kebersamaan turut mencerdaskan kehidupan masyarakat untuk kesejahteraan sesuai tujuan media pers,” ujarnya.
Menurut Syaiful, keterbukaan pemerintah terhadap pemberitaan positif maupun kritik konstruktif menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang sehat dengan insan pers.
Meski demikian, kemitraan antara pemerintah daerah dan organisasi perusahaan pers tetap perlu menjaga batas yang jelas agar tidak mengurangi independensi redaksi dalam mengawasi kebijakan publik.
Keterbukaan terhadap kritik juga perlu dibuktikan melalui kemudahan akses informasi, kesediaan pejabat memberikan klarifikasi, serta respons terhadap persoalan masyarakat yang diangkat media.
Dengan demikian, hubungan Pemkab Sidoarjo dan JMSI diharapkan tidak berhenti pada forum silaturahmi, tetapi turut memperkuat transparansi pemerintahan dan pengawasan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Reporter: Rijen Senario
Redaktur: Aris Setyoadji






