Jatim

DLH Jatim Angkut 2,2 Ton Sampah Pesisir Trenggalek, Tanam 1.200 Cemara Laut Lewat Sagara Kita II

6233
×

DLH Jatim Angkut 2,2 Ton Sampah Pesisir Trenggalek, Tanam 1.200 Cemara Laut Lewat Sagara Kita II

Sebarkan artikel ini

DLH Jawa Timur menggelar Sagara Kita II 2026 di pesisir Trenggalek. Melibatkan 500 peserta, kegiatan ini mengumpulkan 2,2 ton sampah dan menanam 1.200 bibit cemara laut untuk mendukung konservasi penyu, rehabilitasi pantai, dan pemberdayaan masyarakat.

Trenggalek, Analisapublik.id— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur mengumpulkan 2.196,24 kilogram atau sekitar 2,2 ton sampah dalam aksi penyelamatan kawasan pesisir melalui Program Sagara Kita II Tahun 2026 di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan sekitar 500 peserta tersebut juga diisi dengan penanaman 1.200 bibit cemara laut untuk memperkuat vegetasi pelindung pantai, mendukung konservasi habitat penyu, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Program ini menyasar tiga kawasan pesisir, yakni Pantai Taman Kili-Kili, Pantai Kambal, dan Pantai Pelang.

Berdasarkan survei DLH Jatim pada Oktober 2026, kawasan muara Pantai Kambal mengalami penumpukan sampah domestik lebih dari tiga ton. Sementara itu, Pantai Taman Kili-Kili membutuhkan penguatan sabuk pantai untuk mendukung pelestarian habitat pendaratan penyu.

Kepala DLH Jawa Timur, Nurkholis, melalui Kepala Bidang Tata Lingkungan, Erwin, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

“Pesisir bukan sekadar batas antara daratan dan lautan. Pesisir adalah ruang kehidupan,” ujar Erwin.

Menurutnya, persoalan sampah, abrasi, dan kerusakan lingkungan membutuhkan penanganan berkelanjutan, bukan sebatas kegiatan seremonial.

“Sagara Kita tidak boleh berhenti sebagai sebuah kegiatan,” tegasnya.

Pengumpulan Sampah Lampaui Target

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek.

Sekitar 500 peserta dari unsur pemerintah, TNI/Polri, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Japa Mantra dan Taman Kili-Kili, Kelompok Tani Hutan, Pramuka, serta pelajar sekolah Adiwiyata terlibat dalam kegiatan tersebut.

Aksi pembersihan dipusatkan di muara Pantai Kambal. Dari target awal satu ton, peserta berhasil mengumpulkan 2.196,24 kilogram sampah atau lebih dari dua kali lipat target.

Selain pembersihan, sebanyak 1.200 bibit cemara laut ditanam di tiga kawasan pantai sebagai upaya memperkuat sabuk hijau pesisir dan membantu mengurangi risiko abrasi.

Panitia juga menyerahkan sarana tempat sampah serta memberikan penghargaan kepada peserta dengan hasil pengumpulan sampah terbanyak.

Konservasi Penyu dan Pemberdayaan Ekonomi

Sagara Kita II turut mengintegrasikan kegiatan pelestarian lingkungan dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi ekonomi sirkular.

Pelatihan yang diberikan meliputi kepemimpinan desa, pembuatan eco-enzyme, serta teknik ecoprint yang memanfaatkan potensi vegetasi pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya berperan menjaga kebersihan pantai, tetapi juga mampu mengembangkan peluang ekonomi berbasis lingkungan.

Perlindungan habitat penyu di Pantai Taman Kili-Kili menjadi perhatian karena keberadaan vegetasi pesisir dan kebersihan kawasan berperan penting dalam menjaga kondisi lingkungan tempat penyu bertelur.

Meski demikian, keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya sampah yang dikumpulkan atau bibit yang ditanam.

Pemeliharaan tanaman, kepastian pengangkutan dan pengolahan sampah, serta pemantauan kondisi pantai secara berkala menjadi langkah penting agar manfaat kegiatan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Melalui Sagara Kita II, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan lingkungan pesisir, mendukung pariwisata berkelanjutan, serta mewujudkan visi Jawa Timur menuju Green Province bebas sampah pada 2029.

Keberlanjutan program menjadi tantangan berikutnya agar pesisir Trenggalek tidak hanya bersih saat kegiatan berlangsung, tetapi tetap terjaga dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Reporter: Rijen Senario
Editor: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.