Peristiwa

Warga Balerejo Gelar Tradisi Nyekar Bareng di Makam Leluhur

587
×

Warga Balerejo Gelar Tradisi Nyekar Bareng di Makam Leluhur

Sebarkan artikel ini

analisapublik.id – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, warga Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, menggelar tradisi “Nyekar Bareng” atau ziarah bersama ke makam leluhur. Acara yang diadakan pada Minggu (23/03/2025) pagi ini menjadi momen sakral dan edukatif bagi generasi muda untuk menghormati dan mendoakan para pendahulu.

Sejak pukul 07.30 WIB, warga berbondong-bondong menuju Makam Gendisan di Dusun Surupaten dengan membawa alas duduk. Mereka duduk berhadapan dengan makam keluarga masing-masing, larut dalam kekhusyukan doa. Rangkaian acara diawali dengan khataman Al-Qur’an 30 juz, dilanjutkan pembacaan Surat Yasin oleh Ustadz Kamaludin, dan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Sugeng.

Kepala Desa Balerejo, Samsu Jatmiko, menjelaskan bahwa “Nyekar Bareng” merupakan tradisi turun-temurun yang kini dikemas lebih semarak. “Dulu, warga berziarah sendiri-sendiri. Sekarang, kami bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, mengadakannya secara bersama-sama,” ujarnya.

Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, terutama anak-anak, untuk senantiasa mendoakan orang tua dan leluhur. “Alhamdulillah, semangat masyarakat sangat besar. Semoga amalan ini membawa kita semua menuju ridha Allah SWT,” ungkap Samsu Jatmiko.

“Nyekar Bareng” bukan hanya ajang silaturahmi antar warga, tetapi juga wujud penghormatan kepada leluhur dan bentuk Birrul Walidain. “Kami memulainya dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan Surat Yasin dan tahlil bersama,” jelas Samsu Jatmiko.

Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan dan semakin baik di masa mendatang, sesuai dengan ajaran para ulama dan leluhur. “Mari kita tingkatkan amalan-amalan baik ini. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi dan lebih ramai,” pesannya.

Antusiasme warga sangat tinggi, bahkan ada yang datang dari luar desa karena memiliki leluhur yang dimakamkan di sana. Sekretaris Desa Balerejo menambahkan, tradisi ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar warga.

“Semoga kegiatan nyekar bareng dan doa bersama seperti ini bisa terus dilakukan dan semakin banyak yang terlibat,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa tradisi dan nilai-nilai luhur yang positif masih terjaga dengan baik di Desa Balerejo. (Endi S)