infopol

Polda Jatim Perkuat Program Polisi Jogo Sekolah untuk Cegah Kekerasan Pelajar

3954
×

Polda Jatim Perkuat Program Polisi Jogo Sekolah untuk Cegah Kekerasan Pelajar

Sebarkan artikel ini

Polda Jatim memperkuat program Polisi Jogo Sekolah untuk mencegah tawuran, perundungan, narkoba, dan kekerasan terhadap pelajar.

Surabaya, Analisapublik.id – Polda Jawa Timur memperkuat pelaksanaan program Polisi Jogo Sekolah untuk mencegah tawuran, perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan kekerasan terhadap pelajar melalui pembinaan di SMA Negeri 15 Surabaya, Senin 26 Oktober 2026.

Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso menyampaikan komitmen tersebut saat menjadi pembina upacara bendera sekaligus membacakan amanat Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Dalam amanatnya, Kapolda menekankan pentingnya perlindungan terhadap pelajar melalui kerja sama antara kepolisian, sekolah, dan orang tua.

“Masa depan kalian sangat berharga. Jangan sampai terganggu oleh tawuran, perundungan, narkoba, maupun provokasi di media sosial. Kendalikan diri, tolak ajakan kekerasan, dan selesaikan perselisihan melalui dialog dengan bantuan guru serta orang tua,” ujar Kombes Pol Feri Handoko saat membacakan amanat.

Feri mengingatkan bahwa perkelahian antarpelajar dapat mengakibatkan luka fisik, trauma psikologis, bahkan kehilangan nyawa.

Karena itu, pelajar diminta menghindari tindakan kekerasan, mengendalikan emosi, serta membangun hubungan pertemanan yang positif.

Baca Juga:  Perkuat Komunikasi dan Keterbukaan Ngopi Bareng Awak Media Dan Polda Jatim

Melalui program Polisi Jogo Sekolah yang terintegrasi dengan semangat Jogo Omah, Polda Jatim mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mendampingi pelajar.

“Melalui program Polisi Jogo Sekolah, kami ingin menghadirkan Polisi sebagai sahabat dan pendamping pelajar dalam mencegah perundungan, tawuran, serta penyalahgunaan narkoba,” jelas Wakapolda Jatim.

Pelaksanaan program tersebut mencakup edukasi perilaku aman, penggunaan media sosial secara bijak, pendampingan konseling, serta penanganan laporan kekerasan dengan memperhatikan keselamatan dan kerahasiaan identitas anak.

Feri juga meminta pelajar yang mengalami ancaman atau mengetahui tindakan kekerasan segera melapor kepada guru, orang tua, maupun polisi pendamping.

Menurutnya, keterlibatan sekolah dan keluarga diperlukan agar pencegahan kekerasan tidak hanya berlangsung saat kegiatan pembinaan, tetapi menjadi bagian dari pengawasan dan pendampingan sehari-hari.

“Kalianlah generasi yang akan mengisi masa depan Indonesia. Persiapkan diri dengan ilmu, kedisiplinan, kejujuran, kesehatan, dan kepedulian terhadap sesama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutur Wakapolda Jatim di hadapan ratusan pelajar.

Melalui program Polisi Jogo Sekolah, Polda Jatim mendorong penguatan komunikasi antara kepolisian, tenaga pendidik, orang tua, dan pelajar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta bebas dari kekerasan.

Baca Juga:  Polda Jatim Bongkar Peretas 260 Website, Tersangka Jual Domain untuk Promosi Judi Online

Reporter: Bhayu Indarto

Redaktur: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.