Ledakan diduga akibat kebocoran LPG 12 kilogram di Kupang Segunting, Surabaya, melukai dua warga dan merusak enam rumah, Senin 26 Oktober 2026.
Surabaya, Analisapublik.id – Ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas LPG 12 kilogram mengguncang permukiman warga di Jalan Kupang Segunting IV, Surabaya, Senin 26 Oktober 2026 pagi, mengakibatkan dua orang terluka dan enam rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 hingga 07.25 WIB, berdasarkan keterangan saksi dan petugas yang menangani kejadian.
Dua korban diketahui bernama Jeni Laurencia, pemilik rumah yang diduga menjadi pusat ledakan, dan Ruth Lifa, warga di sekitar lokasi kejadian.
Jeni mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Mohamad Soewandhie, sedangkan Ruth mengalami luka akibat serpihan kaca dan dirawat di Rumah Sakit William Booth Surabaya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, membenarkan bahwa kedua korban telah dievakuasi ke rumah sakit.
“Betul, terdapat dua korban dan sudah berada di rumah sakit,” kata Irvan, Senin 26 Oktober 2026.
Ledakan juga mengakibatkan kerusakan bangunan di sekitar lokasi, dengan kondisi terparah terjadi pada rumah yang diduga menjadi sumber ledakan.
Berdasarkan keterangan Kepala BPBD Surabaya, jumlah rumah yang terdampak mencapai enam unit.
“Total kerusakan rumah terdapat enam rumah,” ujar Irvan.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, menjelaskan bahwa korban mengalami jenis luka berbeda akibat peristiwa tersebut.
“Jeni Laurencia mengalami luka bakar dan dilarikan ke RS Soewandhie. Sementara Ruth Lifa terkena serpihan kaca akibat ledakan tersebut dan dilarikan ke RS William Booth,” kata Arif.
Agus Pramono, warga yang menyaksikan kejadian, mengungkapkan bahwa suara ledakan terdengar sangat keras hingga menimbulkan getaran yang menyerupai gempa.
“Tadi itu jam 07.15 WIB ledakannya. Rasanya kayak gempa gitu,” ujar Agus.
Dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas dari tabung LPG berkapasitas 12 kilogram yang berada di dalam rumah.
Namun, penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan karena masih memerlukan pemeriksaan petugas.
Kepolisian mengamankan sebuah tabung gas dan kipas angin untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Petugas BPBD bersama kepolisian juga melakukan penanganan di lokasi kejadian, sementara area terdampak dipasangi garis polisi untuk mendukung pemeriksaan tempat kejadian perkara.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap keselamatan penggunaan LPG di lingkungan permukiman, terutama pentingnya memastikan kondisi tabung, regulator, dan instalasi gas sebelum digunakan.
Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Reporter: Bhayu Indarto
Editor: Aris Setyoadji


