Ponorogo, analisapublik.id -Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menggelontorkan anggaran Rp13 miliar dari dana alokasi umum (DAU) untuk merehabilitasi puluhan sekolah negeri di wilayahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Nurhadi Hanuri, Minggu, 13/7 mengatakan, bantuan rehabilitasi tidak hanya mencakup ruang kelas, namun juga meliputi fasilitas penunjang seperti laboratorium, sanitasi, hingga pagar sekolah.
“Totalnya ada 50 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan. Terdiri dari PAUD, 35 SD, dan 14 SMP. Ini bentuk komitmen kami mewujudkan pendidikan yang layak, merata, dan berkualitas,” kata Nurhadi.
Menurut dia, pemilihan sekolah penerima bantuan berdasarkan skala prioritas kebutuhan dan kondisi bangunan.
Salah satunya, pembangunan ruang kelas baru di TK Negeri Pembina yang dinilai mendesak demi mendukung kenyamanan dan efektivitas pembelajaran.
Ia merinci, dari 35 SD yang mendapatkan bantuan, delapan di antaranya telah menyelesaikan proses rehabilitasi, sementara 27 sekolah masih dalam tahap pengerjaan.
Untuk jenjang SMP, enam sekolah telah merampungkan perbaikan dan delapan lainnya tengah dipacu penyelesaiannya.
“Dengan fasilitas yang memadai, kami berharap kualitas pembelajaran juga ikut meningkat,” ujarnya.
Proyek rehabilitasi tersebut menggandeng pihak ketiga dalam hal perencanaan desain hingga pelaksanaan teknis di lapangan. Nurhadi menegaskan, perbaikan infrastruktur pendidikan ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses dan mutu layanan pendidikan di Ponorogo.
“Harapannya seluruh satuan pendidikan di Ponorogo memiliki sarana yang setara dan memenuhi standar nasional pendidikan, sehingga kemajuan sektor pendidikan bisa berlangsung menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya. ( wa/ar)











