Pemerintahan

Ngawi Perluas Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan, Targetkan 25.000 Hektare di Akhir 2025

205
×

Ngawi Perluas Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan, Targetkan 25.000 Hektare di Akhir 2025

Sebarkan artikel ini

 

Ngawi, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi terus menggenjot program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB), menargetkan luas lahan mencapai 25.000 hektare hingga akhir tahun 2025. Saat ini, 22.000 hektare lahan pertanian di Ngawi telah menerapkan sistem ini.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, dalam kegiatan panen dan tradisi Methil Pari di Desa Jambangan, Kecamatan Ngawi, Senin,4/8 menjelaskan bahwa program ini membatasi penggunaan pupuk sintetis maksimal 200 kilogram per hektare.

Strategi Peningkatan dan Inovasi PRLB

Untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan, Pemkab Ngawi menerapkan beberapa strategi dan inovasi:

Pengendalian Hama Ramah Lingkungan

Pemanfaatan mikroorganisme lokal serta pupuk organik dari urine kambing dan kelinci terbukti efektif menekan populasi hama tikus tanpa mencemari lingkungan. Bupati Ony juga mengimbau petani untuk tidak menggunakan jebakan tikus berbahaya.

Kemandirian Benih

Pengembangan benih In-situ di Ngawi untuk memudahkan petani mendapatkan benih berkualitas.

Hilirisasi Pertanian

Kerja sama dengan offtaker untuk menampung hasil panen padi, memastikan stabilitas harga dan pasar bagi petani.

Mitigasi Dampak Kemarau

Perbaikan irigasi tersier, pengadaan perpompaan dan sumur submersible, penyediaan varietas padi toleran kekeringan, serta bantuan benih, semua dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan luas lahan PRLB di Ngawi terus meningkat, menghasilkan produksi padi dengan mutu lebih baik, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Sebagai informasi, Kabupaten Ngawi dikenal sebagai lumbung pangan nasional dengan total luas tanam 144.896 hektare dan produksi padi mencapai 778 ribu ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2024.( wa/ar)