Pemerintahan

Mensesneg Imbau Publik Jaga Kesakralan HUT Ke-80 RI di Tengah Fenomena Bendera One Piece

342
×

Mensesneg Imbau Publik Jaga Kesakralan HUT Ke-80 RI di Tengah Fenomena Bendera One Piece

Sebarkan artikel ini

Jakarta, analisapublik.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengingatkan agar pengibaran bendera bajak laut dari seri manga Jepang, One Piece, menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 tidak mengganggu kesakralan momentum nasional tersebut.

“Kami berharap di bulan Agustus ini, janganlah ternodai dengan hal-hal yang sakral. Ini hari ulang tahun kemerdekaan kita yang ke-80,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8).

Prasetyo menyatakan tidak mempermasalahkan pengibaran bendera One Piece sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Namun, ia menyoroti potensi masalah jika aktivitas tersebut ditunggangi pihak-pihak tertentu untuk kepentingan yang dapat mengganggu kesakralan peringatan HUT RI, seperti dorongan untuk mengibarkan bendera selain Merah Putih.

“Sebagai sebuah kebebasan berekspresi, tidak ada masalah. Yang jadi masalah itu adalah jika ada pihak-pihak yang kemudian memanfaatkan kreativitas tersebut untuk hal-hal yang menurut pendapat kami sebaiknya jangan sampai terjadi,” jelasnya. “Misalnya, kemudian memanfaatkan kreativitas tersebut untuk mengimbau supaya mengibarkan bendera-bendera selain bendera Merah Putih, itu yang tidak benar.”

Menurut Prasetyo, pengibaran bendera selain Merah Putih sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah seharusnya tidak dilakukan dengan cara yang mengurangi nilai-nilai sakral kemerdekaan.

“Saya pun sebagai pribadi mengimbau, mari kita bersama-sama mencintai Republik kita ini apa adanya, dalam kondisi apapun. Semangatnya harus positif. Jika ada kekecewaan, tidak harus ditunjukkan dengan cara seperti itu. Tidak harus,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini tengah bekerja keras melanjutkan pembangunan demi mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

“Kalau pun hari ini ada kondisi di bangsa kita yang mohon maaf masih belum sesuai yang diharapkan, ya kami, kita semua, mari kita bekerja keras mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan, mewujudkan cita-cita pendiri bangsa,” ajak Prasetyo.

Fokus pada Semangat Positif Peringatan Kemerdekaan

Menanggapi anggapan bahwa reaksi pemerintah terlalu berlebihan terhadap fenomena ini, Prasetyo mengajak masyarakat untuk fokus menyemarakkan HUT Ke-80 RI dengan semangat positif.

“Jangan dibesar-besarkan, kita Merah Putih, kibarkan bendera Merah Putih setinggi-tingginya. Di laut, kibarkan para penyelam. Di udara, kibarkan. Semangatnya itu yang positif, untuk bangsa dan negara,” ucapnya.

Prasetyo juga mengimbau segenap elemen bangsa untuk bersatu dan menghargai pengorbanan para pahlawan dengan tidak melakukan hal-hal yang mengganggu kesakralan kemerdekaan RI.

“Kita harus optimis sebagai anak-anak bangsa. Ada masalah, ya mari kita hadapi. Memang dunia sedang tidak baik-baik saja. Kami pun pemerintah juga terbuka terhadap semua masukan, semua kritik,” pungkasnya.

Belakangan ini, publik diramaikan dengan fenomena pengibaran bendera bajak laut dari seri manga Jepang, One Piece, menjelang HUT Ke-80 RI pada 17 Agustus mendatang. Bendera fiktif tersebut memiliki latar hitam dan tengkorak dengan dua tulang menyilang di belakangnya. Tengkorak berwarna putih dengan ekspresi tersenyum itu dihiasi topi jerami kuning khas tokoh utama One Piece, Monkey D. Luffy.

Hingga Sabtu (2/8), beberapa bendera fiktif ini tampak terpasang di sejumlah titik di berbagai daerah di Indonesia. Sementara di media sosial, sejumlah pengguna mengganti foto profilnya dengan logo bendera anime tersebut. (wa/ar)