HeadlinePemerintahan

Malang Siaga Banjir, Wali Kota Temukan Kasur di Drainase saat Tinjau Gerakan Angkat Sampah

331
×

Malang Siaga Banjir, Wali Kota Temukan Kasur di Drainase saat Tinjau Gerakan Angkat Sampah

Sebarkan artikel ini

Malang, Analisapublik.id – Kota Malang kembali berjibaku melawan ancaman banjir di tengah prediksi tingginya intensitas hujan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada Minggu (7/12/2025), memimpin langsung kerja bakti massal sebagai langkah antisipatif di sejumlah titik rawan genangan, termasuk Jalan Dieng, Klaseman, Taman Kediri, dan Jalan Joyo Raharjo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS), yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, perangkat wilayah, hingga masyarakat. Namun, peninjauan di lapangan justru mengungkap masalah akut yang berulang: rendahnya kesadaran warga.

“Hari ini saya menginstruksikan lurah, camat, hingga RT/RW untuk melaksanakan kerja bakti massal, karena prediksi hujan tinggi masih akan terjadi di Kota Malang. Harapan saya kerja bakti ini bisa mengurangi potensi banjir,” kata Wahyu.

Sampah Rumah Tangga hingga Kasur Jadi Biang Keladi
Fokus kerja bakti adalah membersihkan sedimen dan material penyumbat aliran air. Namun, Wahyu menyoroti temuan yang memprihatinkan.

Dari hasil peninjauan, bukan hanya sampah rumah tangga biasa yang menumpuk, tetapi juga barang besar seperti kasur yang dibuang ke drainase. Buktinya, di kawasan Merjosari saja, terkumpul sekitar empat truk sampah, sementara di kawasan Dieng terkumpul sekitar satu setengah truk.

Baca Juga:  PU Bina Marga Jatim Kawal Kunjungan Wagub Tinjau Proyek Drainase Suhat Malang

“Drainase sudah dibuat dan saluran sudah diperbaiki, tapi tumpukan sampah masih banyak. Ini yang menghambat aliran,” ujar Wahyu, menekankan bahwa perbaikan infrastruktur akan sia-sia jika tidak diimbangi perubahan perilaku masyarakat.

Menindak Bangunan Liar dan Kolaborasi BBWS
Selain masalah sampah, Pemkot Malang juga bergerak cepat menindaklanjuti keberadaan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air atau di lahan dengan status tidak jelas. Wahyu telah menginstruksikan Satpol PP, Disnaker-PMPTSP, dan DPUPRPKP untuk segera melakukan pendataan menyeluruh.

“Kita akan inventarisasi status tanah dan perizinannya, lalu kita ingatkan. Karena kalau berada di saluran, yang kena dampaknya mereka sendiri,” tegasnya.

Terkait penanganan titik banjir kritis di sempadan sungai, termasuk Sungai Amprong yang kerap meluap, Pemkot Malang telah menjalin kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Alhamdulillah sudah ada kerja sama. Nanti kita akan buat MoU untuk bisa menangani hal tersebut. Insyaallah bertahap akan kita selesaikan,” jelas Wahyu.

Pihak Pemkot juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait kewenangan izin bangunan dan pengelolaan saluran air. Normalisasi drainase dan kerja bakti rutin dipastikan akan terus dilakukan. Namun, pesan kunci dari Wali Kota tetap sama: tanpa kesadaran kolektif untuk berhenti membuang sampah, Malang akan terus menghadapi ancaman genangan setiap kali hujan deras turun.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran Tekan Infrastruktur, Ratusan Kilometer Jalan Kabupaten Malang Tak Tertangani

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.