HeadlinePemerintahanPendidikan

Literasi Digital di Kota Pahlawan Makin Kuat Berkat Kolaborasi IGID

325
×

Literasi Digital di Kota Pahlawan Makin Kuat Berkat Kolaborasi IGID

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id – Di tengah derasnya arus informasi digital, Kota Pahlawan menjadi saksi sebuah pertemuan yang hangat dan penuh makna. Melalui acara IGID Menyapa yang digelar pada Rabu (7/8/2025), semangat kolaborasi dan literasi digital berpadu dalam forum bertema “Sekolah Rakyat: Belajar, Bergerak, Berdaya.” Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk mendengar, bertukar pikiran, dan tumbuh bersama.

Diselenggarakan oleh portal Indonesia.go.id (IGID), acara ini mempertemukan para pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, jurnalis lokal, ASN, komunitas, hingga mahasiswa. Tujuannya adalah merumuskan kembali peran strategis komunikasi publik di tengah disrupsi digital.

Dalam sambutannya, Direktur Informasi Publik, Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Nursodik Gunarjo, menyampaikan bahwa Indonesia.go.id bukan sekadar portal informasi pemerintah. “Portal ini adalah wajah digital Indonesia di mata dunia. Kami hadir bukan hanya untuk berbicara, tapi juga untuk mendengar dan belajar dari masyarakat,” katanya dalam acara yang digelar di Kunokiniresto Surabaya, Jawa Timur.

Kehadiran IGID di daerah seperti Surabaya adalah upaya untuk mendekatkan ruang redaksi dengan denyut kehidupan lokal. Dengan begitu, setiap narasi pembangunan tak hanya lahir dari data dan dokumen pusat, tetapi juga dari cerita nyata masyarakat yang merasakannya.

Baca Juga:  Stabilkan Harga Sembako Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Masifkan Gerakan Pangan Murah di Asemrowo

Sekolah Rakyat: Landasan Pendidikan untuk Kemandirian
Tema Sekolah Rakyat menjadi sorotan utama forum kali ini. Dalam konteks literasi digital dan pemberdayaan masyarakat, pendekatan sekolah berbasis komunitas dinilai mampu menjawab kesenjangan akses pendidikan formal.

Sekolah Rakyat bukan sekadar ruang belajar, tapi juga ruang gerak dan pemberdayaan. Dalam semangat Asta Cita Presiden, program ini mendukung masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam perubahan, membangun kapasitas dari bawah, dengan nilai gotong royong sebagai fondasinya.

Portal Indonesia.go.id pun diharapkan tak hanya memberitakan inisiatif seperti Sekolah Rakyat, tetapi menjadi bagian dari ekosistemnya: menjadi ruang berbagi praktik baik, penggerak diskusi kebijakan, hingga sumber pengetahuan terbuka bagi siapa saja, baik di Indonesia maupun dunia internasional.

Membangun Narasi Positif dari Akar Rumput
Di era digital yang penuh tantangan dari disinformasi hingga polarisasi, komunikasi publik dituntut untuk lebih dari sekadar menyebarkan informasi. Ia harus menciptakan ekosistem narasi yang sehat, seimbang, dan membangkitkan harapan.

“Literasi digital adalah benteng utama. Kita harus mengisi ruang-ruang publik dengan cerita yang positif dan inspiratif,” ujar Nursodik Gunarjo. Ia menambahkan bahwa kehadiran kanal seperti IGID adalah upaya menjaga jangkar literasi bangsa agar menjadi rujukan yang sahih dan mencerahkan.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Terbitkan Surat Edaran Kewaspadaan Dini Super Flu H3N2

Melalui IGID Menyapa, pemerintah ingin mengajak masyarakat menjadi subjek, bukan sekadar objek komunikasi. “Kami mengundang semua pihak untuk tak hanya menerima informasi, tetapi juga turut menjadi penggerak narasi bangsa,” ajaknya.

Acara ini diakhiri dengan pesan optimisme bahwa komunikasi publik yang kuat harus dibangun dari kolaborasi. Narasi Indonesia harus berangkat dari cerita masyarakat yang membumi, menginspirasi, dan membanggakan.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.