HeadlinePemerintahan

Korban Jiwa Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai 708, BNPB Kerahkan 30 Unit Heli dan Pesawat untuk Distribusi Logistik

248
×

Korban Jiwa Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai 708, BNPB Kerahkan 30 Unit Heli dan Pesawat untuk Distribusi Logistik

Sebarkan artikel ini

​Jakarta ,analisapublik.id -​Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) hingga Selasa telah mencapai 708 jiwa.

​Rincian korban meninggal dan hilang di tiga provinsi tersebut adalah sebagai berikut:

  • ​Sumatera Utara: Korban meninggal dunia \text{294 jiwa} dan hilang \text{155 jiwa}.
  • ​Aceh: Korban meninggal dunia \text{218 jiwa} dan hilang \text{227 jiwa}.
  • ​Sumatera Barat: Korban meninggal dunia \text{196 jiwa} dan hilang \text{117 jiwa}.

​”Total \text{708 jiwa} meninggal, dan total \text{499 jiwa} dinyatakan masih hilang,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers update penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

​Distribusi Logistik Ditingkatkan

​Abdul Muhari menyebutkan kabupaten yang paling terdampak di Sumatera Utara adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara.

​Saat ini, proses distribusi logistik untuk Sumut diupayakan melalui tiga moda transportasi: darat, laut, dan udara.

  • ​Jalur Darat: Sebanyak \text{enam truk} telah dikerahkan, masing-masing membawa \text{15 ton} logistik menuju Sumut.
  • ​Jalur Laut: Pengiriman \text{100 ton beras} dari Jakarta akan tiba di Sibolga. Bantuan ini selanjutnya akan didistribusikan ke kabupaten/kota terdampak, baik via jalur darat maupun udara.
  • ​Jalur Udara: Saat ini, \text{7 unit helikopter} disiagakan di Silangit, Tapanuli Utara, dan akan ditambah \text{3 unit} milik TNI serta \text{4 unit} milik BNPB.

​Logistik jalur udara, meskipun dengan tonase angkut lebih kecil (antara \text{800 kg} hingga \text{1,5 ton}), sangat vital untuk menjangkau daerah-daerah yang terisolasi.

​Untuk mengoptimalkan distribusi, BNPB bersama TNI, Polri, dan Basarnas merencanakan peningkatan frekuensi penerbangan dan penambahan unit. “Kita targetkan rencana pengerahan hingga \text{30 unit} baik itu heli dan pesawat caravan,” tutup Abdul Muhari ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.