HeadlineKata Redaksi

Kata Redaksi: Jangan Jadikan Doa Sekadar Target Angka

×

Kata Redaksi: Jangan Jadikan Doa Sekadar Target Angka

Sebarkan artikel ini

ANALISAPUBLIK.ID | Yogyakarta – Doa hari ini sering terdengar seperti daftar target. Angka disebut dengan tegas. Nominal dirinci dengan detail. Harapan diarahkan pada hasil cepat. Pola ini makin sering muncul di tengah tekanan ekonomi dan beban hidup yang tidak ringan.

Fenomena tersebut menunjukkan pergeseran cara pandang. Doa yang semestinya menjadi ruang pengakuan diri justru diperlakukan seperti alat transaksi. Seolah semakin besar angka yang disebut, semakin besar pula peluang terkabul.

Pandangan ini perlu diluruskan. Meminta rezeki dalam jumlah besar bukan hal yang keliru. Namun doa tidak berdiri sendiri. Ia harus berjalan bersama kesadaran, kejujuran, dan kesiapan menerima tanggung jawab.

Keterangan Foto:
Subardi, SE saat berada di kawasan pesisir dengan latar perairan dan perbukitan, bertepatan dengan penulisan opini “Kata Redaksi: Jangan Jadikan Doa Sekadar Target Angka” yang dimuat di analisapublik.id.

Seseorang yang memohon pelunasan hutang tetap harus memperbaiki pengelolaan keuangan. Mereka yang berharap usaha berkembang wajib memperkuat etika bisnis dan disiplin kerja. Tanpa itu, doa berisiko menjadi pelarian, bukan refleksi.
Doa pada hakikatnya adalah pengakuan atas keterbatasan manusia. Ia dimulai dari rasa syukur atas apa yang telah dimiliki. Setelah itu permohonan disampaikan dengan rendah hati dan niat yang bersih.

Harapan boleh tinggi. Target boleh jelas. Namun kedewasaan spiritual terlihat dari kesiapan menjalani proses. Rezeki yang diminta harus sejalan dengan komitmen menjaga kehalalan dan integritas.

Redaksi mengajak pembaca menempatkan doa bukan sekadar sebagai permintaan hasil, tetapi sebagai titik awal perubahan diri. Kualitas doa tidak diukur dari besar kecilnya angka, melainkan dari kesungguhan memperbaiki langkah.

Oleh : Subardi, SE

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.