DENPASAR , analisapublik.id | Pemerintah Provinsi Bali menargetkan sejumlah proyek infrastruktur strategis rampung sebelum 2030. Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pembangunan di Pulau Dewata akan diprioritaskan menggunakan tenaga profesional, konsultan, dan kontraktor lokal guna memperkuat ekonomi daerah sekaligus menjaga kualitas pembangunan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Koster saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Bali di Denpasar, Rabu (6/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Koster menyebut Bali tengah memasuki fase percepatan pembangunan infrastruktur untuk menjawab berbagai persoalan publik, terutama kemacetan dan konektivitas antarwilayah.
Beberapa proyek strategis yang diprioritaskan antara lain pembangunan underpass dan overpass Jimbaran yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2026, serta penyelesaian Shortcut Singaraja–Mengwitani titik 11 dan 12 guna mempercepat akses transportasi dari Bali selatan menuju wilayah utara.
“Jadi ini semua saya kebut. Terus saya koordinasikan dengan pusat,” ujar Koster.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya soal membangun fisik, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat Bali. Karena itu, Pemprov Bali berupaya melibatkan lebih banyak sumber daya lokal dalam setiap proyek pembangunan.
“Kami selalu memprioritaskan sumber daya lokal, sepanjang mereka memiliki integritas, kualitas yang bagus, dan kinerja yang teruji. Sangat jarang kami mengambil tenaga dari luar, kecuali untuk spesifikasi teknis khusus yang memang belum tersedia di Bali,” kata Koster.
Ia menegaskan, prioritas terhadap tenaga lokal tidak semata merujuk pada faktor etnis, melainkan pada kontribusi nyata terhadap perekonomian Bali.
“Maksud dari lokal Bali bukan berarti harus orang Bali secara etnis. Siapa pun mereka, asalkan berdomisili di sini, membayar pajak di sini, dan berkontribusi langsung pada perputaran ekonomi Bali, mereka adalah bagian dari prioritas kami,” jelasnya.
Koster juga meminta kualitas konsultan dan kontraktor daerah terus ditingkatkan agar mampu bersaing dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Bali ke depan. Menurutnya, organisasi profesi seperti INKINDO memiliki posisi penting dalam memberikan masukan teknis dan perencanaan pembangunan yang berkualitas.
Sementara itu, Ketua DPP INKINDO Bali, I Gusti Made Palguna, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Bali terhadap konsultan dan kontraktor lokal. Ia menilai keberpihakan pemerintah daerah membuka ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Dengan target penyelesaian proyek sebelum 2030, Pemprov Bali berharap transformasi infrastruktur dapat memperkuat konektivitas, mengurangi kemacetan, serta menopang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali dalam jangka panjang.
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati
Sumber: INKINDO BALI






