infopol

Karhutla Masih Terjadi di Sembilan Wilayah Jatim, Polda Kerahkan Pasukan BKO Selama Tujuh Hari

2070
×

Karhutla Masih Terjadi di Sembilan Wilayah Jatim, Polda Kerahkan Pasukan BKO Selama Tujuh Hari

Sebarkan artikel ini

Polda Jatim mengerahkan pasukan BKO selama tujuh hari untuk menangani karhutla di sembilan wilayah, mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran baru.

Surabaya, Analisapublik.id – Polda Jawa Timur mengerahkan pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) selama tujuh hari untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terpantau di sembilan wilayah Jawa Timur, melalui apel gelar pasukan yang dipimpin Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu 21 Oktober 2026.

Pengerahan personel tersebut dilakukan untuk memperkuat penanganan titik api sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran yang berpotensi mengancam kawasan hutan, lahan, dan lingkungan masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan kepolisian, jumlah titik kebakaran mengalami penurunan dan sebagian berada dalam skala relatif kecil.

Namun, keberadaan karhutla di sembilan wilayah menunjukkan bahwa penanganan belum sepenuhnya selesai sehingga kesiapsiagaan petugas tetap diperlukan.

Kapolda Jatim menegaskan bahwa kehadiran pasukan tambahan harus mampu mempercepat penanganan kebakaran berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi.

“Berdasarkan perkembangan situasi, masih terdapat beberapa titik api yang harus kita padamkan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat penanganan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Dekananto.

Baca Juga:  Polres Gresik Amankan Terduga Eksibisionis, Diduga 30 Kali Sasar Pemotor Wanita

Selain melakukan pemadaman, personel BKO mendapat tugas menjalankan langkah pencegahan serta mendukung penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran hutan dan lahan yang memenuhi unsur pidana.

Kapolda menginstruksikan jajarannya melakukan pemetaan lokasi kebakaran secara akurat agar pengerahan personel dan perlengkapan dapat disesuaikan dengan tingkat ancaman di lapangan.

Koordinasi juga harus diperkuat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berlangsung secara terpadu.

Menurut Dekananto, penurunan jumlah titik api tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi pengawasan karena kondisi musim kemarau masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Sesuai arahan Bapak Presiden dan penekanan Bapak Kapolri, penanggulangan karhutla di Jawa Timur harus maksimal. Walau titik api berkurang, kita tidak boleh lengah karena potensi kebakaran baru masih sangat mungkin terjadi selama kemarau,” tegasnya.

Dalam operasi tersebut, keselamatan dan kesehatan personel juga menjadi perhatian kepolisian mengingat penanganan kebakaran memiliki risiko tinggi, terutama akibat paparan panas, asap, dan kondisi medan.

Para komandan lapangan diminta memeriksa kesiapan personel serta memastikan seluruh perlengkapan keselamatan tersedia dan digunakan sebelum petugas memasuki kawasan kebakaran.

Baca Juga:  Polda Jatim Gerebek Gudang Diduga Penimbunan Solar Subsidi di Kediri, Sembilan Truk Diamankan

Kapolda juga mewajibkan pelaporan perkembangan situasi secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas pemadaman dan menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.

Penugasan BKO dijadwalkan berlangsung hingga 27 Oktober 2026 atau selama tujuh hari sejak apel pemberangkatan.

Setelah masa penugasan berakhir, Polda Jatim akan mengevaluasi perkembangan karhutla untuk menentukan apakah operasi perlu dilanjutkan, personel digeser ke lokasi lain, atau kekuatan tambahan dikerahkan.

Meski telah menyebut sembilan wilayah terdampak, keterangan kepolisian belum merinci nama seluruh daerah, luas lahan terbakar, jumlah titik api aktif, maupun total personel BKO yang diterjunkan.

Data tersebut diperlukan untuk mengukur tingkat kerusakan, perkembangan pemadaman, serta efektivitas pengerahan personel selama masa operasi.

Kapolda berharap seluruh personel menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Sebagaimana yang selalu saya ingatkan, polisi harus lebih merakyat, bersahabat, dan bermanfaat. Hari ini rekan-rekan melaksanakan tugas yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya mengucapkan selamat bertugas, semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan keselamatan kepada kita semua,” pungkas Dekananto.

Baca Juga:  Polda Jatim Usut Arisan Bodong, JN Ditahan dan Aliran Dana Dibidik

Reporter: Bhayu Indarto

Redaktur: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.