HeadlinePemerintahan

Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah Hingga Jalin Kerja Sama Antardaerah

431
×

Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah Hingga Jalin Kerja Sama Antardaerah

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Analisapublik.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama cabai, di pasar tradisional. Upaya tersebut dilakukan melalui Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga memperkuat Kerja Sama Antardaerah (KAD) dengan berbagai wilayah penghasil.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, menyampaikan hasil pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menunjukkan adanya tren kenaikan harga cabai dalam beberapa pekan terakhir. Namun, ia memastikan harga tersebut masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan Tingkat Konsumen (HAPK).

“Hasil pantauan TPID di lima pasar tradisional, yakni Pasar Genteng Baru, Pasar Tambahrejo, Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, dan Pasar Soponyono, memang harga cabai menunjukkan adanya tren kenaikan. Namun, harga tersebut masih di bawah HAPK,” ujar Vykka, Jumat (19/9/2025).

Berdasarkan data tim survei TPID Surabaya, harga cabai merah besar sempat melonjak pada 4 Agustus 2025, turun di awal September, lalu kembali naik per 17 September 2025. Tren serupa juga terjadi pada cabai merah keriting dan cabai rawit merah, meski harganya masih fluktuatif di bawah HAPK.

Baca Juga:  Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Pemkot Surabaya Masifkan Pasar Murah di 31 Kecamatan

Vykka menegaskan, Pemkot Surabaya bersama lintas lembaga terus melakukan pengawasan dan sidak untuk mencegah penimbunan bahan pokok. Pengawasan ini melibatkan TPID, Satgas Pangan Polrestabes Surabaya, Satgas Pangan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami juga memberikan imbauan kepada pelaku usaha distribusi bahan pokok (produsen, distributor, pedagang) untuk tidak melakukan penimbunan,” jelasnya.

Untuk memudahkan masyarakat, Pemkot Surabaya juga menyediakan sistem informasi harga dan stok bahan pokok di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Tambahrejo, Pasar Genteng Baru, Pasar Wonokromo, dan Pasar Pabean.

Selain cabai, Vykka memastikan bahwa Pemkot Surabaya juga menjaga stabilitas harga bahan pokok lain seperti bawang merah, telur, dan minyak goreng. “Kami menggelar Pasar Murah di 31 kecamatan secara bergilir, serta Operasi Pasar beras SPHP dan Minyakita,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan cabai.

“Pemkot Surabaya melalui DKPP melakukan gerakan menanam tanaman yang mempengaruhi stabilitas harga komoditas tertentu, seperti cabai dan bawang merah. Ini untuk mengantisipasi kenaikan harga sehingga mengurangi kebutuhan konsumsi rumah tangga di pasar,” kata Antiek.

Baca Juga:  Atap Rumah Warga di Bubutan Roboh Diterjang Hujan , Pemkot Surabaya Gerak Cepat Evakuasi Korban Dan Salurkan Bantuan

Di samping itu, Pemkot Surabaya juga menjalin Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan berbagai wilayah penghasil cabai. “Surabaya telah melakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara pemerintah daerah (G to G) dan ditindaklanjuti B to B di beberapa daerah penghasil cabai, seperti Kabupaten Kediri, Malang, Bojonegoro, Gresik, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, dan Sidoarjo,” pungkasnya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.