HeadlinePemerintahan

Inovasi ITS, Doktor Muda Rancang Kerangka Kerja “Cerdas” untuk UMKM Kreatif

245
×

Inovasi ITS, Doktor Muda Rancang Kerangka Kerja “Cerdas” untuk UMKM Kreatif

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id – Dunia Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) subsektor industri kreatif kini memiliki peta jalan baru. Lulusan program doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Ardaneswari Dyah Pitaloka Citraresmi, STP, MP, berhasil merancang kerangka kerja inovatif untuk mendongkrak kreativitas dan performa UMKM.

Lewat disertasinya, Arda—sapaan akrabnya—menawarkan peta jalan terukur yang membantu pelaku UMKM bekerja lebih cerdas, nyaman, dan inovatif.

Arda menjelaskan bahwa penelitiannya bertujuan menemukan cara paling efektif untuk meningkatkan kinerja kreatif UMKM. Berdasarkan survei yang dilakukan, tiga faktor utama yang berkontribusi besar adalah: ergonomi tempat kerja, keberlanjutan tenaga kerja, dan kesiapan transformasi digital.

“Temuan ini dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan melalui digitalisasi, merapikan alur kerja, serta menjaga kapasitas dan kesejahteraan tim,” jelasnya dalam ujian terbuka yang digelar di Surabaya, Rabu (8/10/2025).

Menggandeng AI dan Konsensus Pakar
Dalam prosesnya, Arda mengembangkan dan memvalidasi model terintegrasi menggunakan metode sequential mixed methods. Pendekatan ini mencakup analisis kuantitatif (PLS-SEM), konsensus pakar (Delphi Method), dan survei kualitatif.

Metode inovatif ini memungkinkan hasil yang komprehensif dan aplikatif, dengan prioritas yang ditentukan berdasarkan analisis Importance-Performance Matrix Analysis (IPMA).

“Salah satu realisasi praktisnya adalah memperkuat mekanisme umpan balik dan meningkatkan kesejahteraan tim kerja,” tambah Arda.

Manfaat Tembus Tiga Lapisan Ekonomi
Arda merinci manfaat kerangka kerja ini tidak hanya bagi pemilik usaha, tapi juga pekerja dan wilayah:

Untuk UMKM: Mengurangi kesalahan produksi, mempercepat proses kerja, dan menekan limbah bahan.

Untuk Pekerja: Lingkungan ergonomis dan jam kerja manusiawi mengurangi kelelahan dan cedera; pelatihan rutin juga meningkatkan keterampilan serta memperjelas peran individu.

Untuk Wilayah: UMKM yang lebih efisien dapat menyerap tenaga kerja lokal, memperkuat rantai pasok, dan menumbuhkan ekosistem wirausaha baru.

Arda juga menegaskan bahwa hasil risetnya dapat langsung digunakan oleh dinas pendamping UMKM, terutama dalam merancang program pelatihan dan pendanaan mikro yang tepat sasaran.

Didukung Promotor Terbaik dan Komitmen SDGs
Dalam penyusunan disertasinya, Arda dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, MT (Promotor) dan Ratna Sari Dewi, ST, MT, Ph.D (Co-Promotor) dari ITS.

Perempuan berusia 35 tahun asal Madiun ini juga mencetak prestasi akademik dengan menerbitkan beberapa karya ilmiah bergengsi, termasuk dua yang terindeks Scopus. “Isu UMKM sudah saya geluti sejak penelitian skripsi. Fokus pada industri kreatif saya mulai empat tahun terakhir,” ungkapnya.

Penelitian ini sekaligus menjadi wujud dukungan ITS terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

“Inovasi ini adalah langkah konkret untuk mengembangkan UMKM agar lebih kompetitif dan berdaya saing global,” tutup Arda.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.