HeadlinePemerintahan

Bukan Pesta Kembang Api, Pemkot Surabaya Ganti Perayaan Tahun Baru dengan Doa Bersama

280
×

Bukan Pesta Kembang Api, Pemkot Surabaya Ganti Perayaan Tahun Baru dengan Doa Bersama

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutuskan tidak akan menggelar perayaan malam tahun baru yang meriah di Balai Kota. Tradisi hura-hura di malam pergantian tahun akan diganti dengan kegiatan yang lebih sederhana dan penuh empati, yaitu menggelar doa bersama.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap tragedi kemanusiaan yang sedang menimpa saudara sebangsa.

“Kami tidak menggelar kegiatan yang meriah. Pada saat malam pergantian tahun, saya bersama jajaran akan menggelar pengajian dan kegiatan sederhana,” kata Wali Kota Eri, Sabtu (13/12/2025).

Alasan utamanya adalah bencana yang melanda wilayah lain di Indonesia. “Karena masih ada saudara kita yang mengalami musibah di Aceh dan Sumatera. Kita tetap berdoa bersama, kita perbanyak doa agar Surabaya terbebas dan terhindar dari bencana, juga menguatkan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” lanjutnya.

Solidaritas Bencana, Infrastruktur Masih Lumpuh
Wali Kota Eri Cahyadi mengaku turut prihatin mendalam atas bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera. Ia menyebutkan, hingga saat ini sejumlah infrastruktur di wilayah terdampak masih lumpuh dan banyak jalur yang terputus.

Baca Juga:  Jelang Nataru 2026, Surabaya Siaga Penuh 54 Ruas Jalan dan Gereja Dijaga Ketat

“Sampai hari ini perbaikan infrastruktur juga belum berjalan bagus karena putus jalur-jalurnya, sehingga di situlah kita bisa merasakan yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Wali Kota Eri.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu juga mengingatkan warga Surabaya untuk turut serta mendoakan masyarakat yang sedang mengalami musibah. Ia secara khusus mengimbau agar perayaan malam tahun baru tidak dilakukan secara berlebihan.

“Mari kita tidak melakukan kegiatan di tahun baru yang berlebihan, tapi secara sederhana. Ayo, kalau bisa di tahun baru dikumpulkan donasinya, kita kirimkan ke Sumatera,” imbaunya.

Eri menambahkan, imbauan ini bukanlah larangan bagi masyarakat untuk merayakan tahun baru, melainkan sebagai pengingat untuk meningkatkan rasa peduli dengan sesama warga negara Indonesia.

“Keluarga, dan tempat usaha seperti hotel-hotel tetap boleh merayakan. Nanti aturan-aturannya akan kita sampaikan ke dalam surat edaran,” pungkasnya, memastikan bahwa kebijakan ini bertujuan menumbuhkan empati kolektif, bukan membatasi aktivitas warga.

(Res)