HeadlinePemerintahan

Bojonegoro Lawan Stunting dengan Gerimis Madu Fokus Genjot Konsumsi Protein Hewan

359
×

Bojonegoro Lawan Stunting dengan Gerimis Madu Fokus Genjot Konsumsi Protein Hewan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat lini pertahanan kesehatan masyarakat dengan fokus pada peningkatan gizi. Melalui dua program unggulan, Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) dan Gerakan Minum Susu, Makan Daging dan Telur (Gerimis Madu), Pemkab Bojonegoro menargetkan pembentukan generasi yang tangguh dan cerdas sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Tim Penggerak PKK Bojonegoro, Cantika Wahono, menyatakan bahwa strategi ini merupakan upaya serius dalam mencegah kasus stunting dan gizi buruk di daerah. Upaya ini diyakini menjadi kunci menyiapkan anak-anak yang sehat secara fisik, cerdas secara kognitif, serta memiliki akhlak yang baik.

“Ini upaya bersama untuk mencegah stunting agar pertumbuhan anak-anak optimal. Pola makan yang baik akan mewujudkan generasi hebat. Susu, daging, ikan, dan telur sangat penting bagi perkembangan fisik dan otak,” ujar Cantika saat menyampaikan sosialisasi di Balai Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Rabu (22/10/2025).  Selain menggalakkan konsumsi bergizi, gerakan ini juga secara khusus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan dan mengolah produk pangan lokal yang melimpah di Bojonegoro. Cantika menekankan bahwa semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif PKK desa, menjadi kunci keberhasilan program ini.

Baca Juga:  Ruas Ponco–Jatirogo dan Arti Penting Penanganan Jalan Provinsi Berkelanjutan

“Hari ini ada 163 penerima manfaat dari Desa Sambiroto,” tambahnya, sembari menyampaikan apresiasi kepada Desa Sambiroto atas raihan juara II dari Dinas Kesehatan dalam pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga).

Kepala Sekretariat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Elfia Nuraini, merinci implementasi program Gemarikan dan Gerimis Madu tahun ini. Program tersebut dilaksanakan di 17 desa di 14 kecamatan dengan melibatkan kerja sama langsung dari puskesmas setempat.

Intervensi ini menyasar 3.000 jiwa penerima manfaat, meliputi kelompok rentan seperti:

  • Orang tua dengan balita stunting.
  • Balita dengan gizi kurang dan gizi buruk.
  • Balita dengan gizi normal (sebagai upaya pencegahan).
  • Ibu hamil.

“Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi protein hewani, memperkenalkan olahan hasil peternakan dan perikanan bergizi, serta mendukung UMKM pengolah hasil lokal,” tegas Elfia.

Setiap penerima manfaat memperoleh paket makanan bergizi seperti abon ayam dan ikan, chicken teriyaki, telur dan susu, bakso ikan, lele bumbu kuning, keripik belut, hingga otak-otak bandeng.  Ketua TP PKK Desa Sambiroto yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, turut hadir dan menyampaikan dukungannya. Ia berharap program ini tidak hanya berhenti pada seremonial.

Baca Juga:  Ruas Ponco–Jatirogo dan Arti Penting Penanganan Jalan Provinsi Berkelanjutan

“Kami sangat mendukung program ini agar tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, anak-anak tumbuh menjadi generasi sehat, hebat, dan berdaya saing,” ujarnya.

Antusiasme juga datang dari penerima manfaat, Khotimatus Sa’adah, yang mengaku mendapatkan banyak manfaat dari sosialisasi tersebut. “Saya jadi tahu variasi olahan makanan yang disukai anak-anak dan pentingnya gizi seimbang untuk tumbuh kembang. Semoga program ini menjangkau lebih banyak warga,” tuturnya.

Melalui pendekatan yang terstruktur dan sinergis antara Pemkab, Puskesmas, dan UMKM lokal, Bojonegoro menunjukkan keseriusannya dalam investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia daerah.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.