TRENGGALEK, Anlisisapublik.id | Bantuan air bersih mulai dirasakan masyarakat Desa Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, yang terdampak kekeringan. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menyalurkan sebanyak 8.000 liter air bersih kepada 516 jiwa, Sabtu (8/8/2026).
Air bersih tersebut didistribusikan menggunakan satu unit truk tangki kepada 144 kepala keluarga (KK) yang tersebar di RT 16 RW 07, RT 18 RW 08, dan RT 22 RW 10 Desa Ngulanwetan.
Penyaluran dilakukan sebagai tindak lanjut koordinasi BBWS Brantas dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek terkait kebutuhan masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kondisi kekeringan.
Bagi warga, pasokan air tersebut membantu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari di tengah terbatasnya sumber air. Air bersih terutama dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak, minum, serta kebutuhan sanitasi.
Distribusi melalui truk tangki menjadi salah satu langkah cepat untuk mengurangi beban masyarakat selama sumber air di lingkungan mereka belum mampu mencukupi kebutuhan.
BBWS Brantas menegaskan penanganan kekeringan dilakukan dengan semangat “Cari, Temukan, Eksekusi”. Melalui pola tersebut, laporan dan informasi mengenai wilayah yang mengalami kekurangan air diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sehingga bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan secara cepat dan tepat sasaran.
Penyaluran 8.000 liter air bersih di Ngulanwetan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pada musim kemarau, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD menjadi penting untuk menentukan lokasi prioritas serta jumlah warga yang membutuhkan bantuan.
BBWS Brantas juga mengajak masyarakat yang mengetahui adanya wilayah terdampak kekeringan untuk segera menyampaikan laporan kepada Posko Siaga Kekeringan BBWS Brantas.
Dengan laporan yang cepat, proses identifikasi kebutuhan hingga distribusi bantuan diharapkan dapat dilakukan lebih efektif, sehingga masyarakat tidak terlalu lama menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
Reporter : Respati








