EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Banyuwangi Libatkan 1.175 Nakes Latih Keluarga Dampingi Perawatan Pasien

338
×

Banyuwangi Libatkan 1.175 Nakes Latih Keluarga Dampingi Perawatan Pasien

Sebarkan artikel ini

​Banyuwangi, analisapublik.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan bahwa 1.175 tenaga kesehatan (nakes) di wilayahnya mendapatkan pelatihan untuk mengedukasi keluarga pasien. Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pendampingan Perawatan yang bertujuan membekali pengasuh keluarga dengan informasi kesehatan yang tepat.
​”Program ini sudah berjalan sejak Januari 2025 dan melibatkan 1.175 tenaga kesehatan dari 45 puskesmas dan dua RSUD. Para dokter, perawat, dan bidan dilatih cara menyampaikan materi edukasi kepada keluarga pasien,” kata Ipuk di Banyuwangi, Rabu.
​Edukasi yang diberikan mencakup tindakan terbaik bagi pengasuh keluarga, terutama untuk anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus seperti pasien sakit atau ibu hamil, baik saat di rumah maupun selama perawatan di rumah sakit.
​Pelatihan ini diselenggarakan oleh organisasi nirlaba internasional, Noora Health, yang fokus pada paket edukasi pelayanan kesehatan. Dari 1.175 nakes yang terlibat, 470 di antaranya dilatih khusus untuk kesehatan ibu dan anak (KIA), sementara 705 lainnya mengikuti pelatihan gabungan untuk pencegahan penyakit tidak menular (PTM) dan KIA.
​Ipuk Fiestiandani menekankan pentingnya peran keluarga dalam sistem kesehatan. “Keluarga memainkan peran vital, meski seringkali diabaikan. Saya menilai program ini sangat baik karena fokus pada penanganan pasien di rumah. Dengan edukasi yang tepat, tindakan perawatan di rumah bisa lebih efektif, mengurangi risiko fatalitas, dan mempercepat pemulihan pasien,” jelasnya.
​Menurut Ipuk, program ini mengajak nakes untuk melatih keluarga pendamping pasien agar perawatan di rumah dapat berjalan lebih mudah dan benar.
​Co-CEO & Co-Founder Noora Health, dr. Shahed Alam, mengatakan bahwa Banyuwangi dipilih sebagai salah satu daerah percontohan di Indonesia atas rekomendasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. “Saat kami bertemu dengan Pak Menteri, beliau merekomendasikan Banyuwangi karena dinilai memiliki sistem kesehatan yang sudah berjalan baik,” ujarnya.
​Ia menambahkan, program ini melatih tenaga kesehatan di berbagai fasilitas seperti rumah sakit, puskesmas, dan posyandu, untuk mempersiapkan keluarga agar dapat merawat pasien secara efektif. ( wa/at)

Baca Juga:  Sekolah Rakyat Permanen Berstandar Internasional Ditargetkan Selesai Agustus 2026
Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.