“Kami berharap kegiatan ini bisa mengontrol kenaikan harga, sekaligus memberi alternatif belanja dengan harga lebih terjangkau untuk warga,” ujarnya.
Menurut Bupati Ipuk, operasi pasar murah merupakan upaya pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan serta stabilisasi harga pangan, khususnya selama Ramadhan hingga Lebaran, karena biasanya harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan.
Ia mengatakan Pemkab Banyuwangi juga menggandeng sejumlah toko modern dan distributor bahan pokok untuk ikut serta pada operasi pasar murah ini dengan harga terjangkau.
“Operasi pasar dibuka pukul 08.00-11.00 WIB, Kami harap warga bisa memanfaatkan momen operasi pasar karena stok bahan pokok yang dijual cukup banyak,” kata Bupati Ipuk.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyuwangi Dwiana Puspitasari mengemukakan bahwa setiap hari Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 2 ton dan beras premium 2,5 kuintal, minyak goreng 50 liter, gula pasir 1 kuintal, tepung terigu 40 kilogram.
Beras medium SPHP dijual dengan harga Rp60.000 kemasan 5 kg, gula pasir Rp17.500 per kg, minyak goreng Rp19.000 per liter, serta tepung terigu Rp10.000 per kg.
“Kuota tersebut bisa kami tambah apabila masih dibutuhkan,” kata Dwiana.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengemukakan sejumlah distributor bahan pokok Banyuwangi juga menyediakan jenis bahan pangan lainnya seperti telur, tepung terigu, sarden kaleng, hingga aneka kue kering.
“Harganya juga lebih murah karena langsung dari distributor,” kata Nanin. (wa/ar)












