BANYUWANGI – analisapublik.id | Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Banyuwangi, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, memperkuat kesiapan kondisi jalan provinsi di wilayah kerjanya melalui kegiatan pemeliharaan rutin secara intensif.
Kepala UPT PJJ Banyuwangi Samsul Widjajanto, S.T., M.T. menyampaikan bahwa total ruas jalan provinsi yang berada dalam tanggung jawab unitnya mencapai 154,56 kilometer. Ruas tersebut tersebar di dua wilayah kabupaten yang menjadi jalur penting mobilitas masyarakat, yaitu Kabupaten Banyuwangi sepanjang 117,54 kilometer dan Kabupaten Situbondo sepanjang 37,02 kilometer.
Penanganan jalan tersebut dilaksanakan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran berjalan, dengan fokus utama pada kegiatan pemeliharaan rutin untuk memastikan kondisi jalan tetap fungsional menjelang meningkatnya pergerakan kendaraan selama periode mudik Lebaran.
Dalam wawancara melalui sambungan telepon WhatsApp dengan wartawan analisapublik.id pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 15.37 WIB, Samsul Widjajanto menjelaskan bahwa tahun ini tidak terdapat paket pekerjaan pembangunan atau peningkatan jalan dalam program kerja UPT PJJ Banyuwangi.
“UPT PJJ Banyuwangi tahun ini memang difokuskan untuk pemeliharaan rutin. Tidak ada paket pekerjaan konstruksi maupun peningkatan jalan. Namun seluruh tim tetap bergerak memastikan kondisi jalan provinsi tetap terjaga agar masyarakat dapat melintas dengan aman, terutama menjelang arus mudik Lebaran,” ujar Samsul.
Menurutnya, pemeliharaan rutin yang dilakukan meliputi perawatan badan jalan, penanganan kerusakan ringan seperti tambal sulam pada titik yang mengalami penurunan kualitas permukaan, serta pemantauan kondisi jalan secara berkala di seluruh ruas kewenangan UPT PJJ Banyuwangi.

Keterangan Foto :
Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Banyuwangi, Samsul Widjajanto, S.T., M.T., menegaskan kesiapsiagaan tim pemeliharaan jalan provinsi dalam memastikan kondisi infrastruktur tetap fungsional dan aman menjelang arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Banyuwangi dan Situbondo. Melalui kegiatan pemeliharaan rutin pada ruas jalan kewenangan UPT PJJ Banyuwangi, upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan balik Hari Raya.
Editor : H. Muhajir Wahyu Ramadhan
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kelaikan fungsi jalan provinsi, terutama pada jalur yang menjadi penghubung antarwilayah di kawasan timur Jawa Timur serta jalur menuju kawasan wisata dan pelabuhan yang diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas kendaraan selama musim mudik.
Samsul menegaskan bahwa meskipun tidak didukung paket pekerjaan konstruksi, pihaknya tetap menempatkan kesiapan kondisi jalan sebagai prioritas utama agar tidak terjadi hambatan lalu lintas akibat kerusakan infrastruktur.
“Melalui kegiatan pemeliharaan rutin yang dilakukan secara berkala, kami berupaya menjaga kondisi jalan provinsi tetap layak, aman, dan nyaman dilalui masyarakat. Apalagi menjelang mudik Lebaran, intensitas lalu lintas biasanya meningkat sehingga kondisi jalan harus benar-benar dipastikan dalam keadaan baik,” tambahnya.
UPT PJJ Banyuwangi juga terus melakukan pemantauan lapangan secara berkala untuk mendeteksi potensi kerusakan sedini mungkin sehingga dapat segera dilakukan penanganan cepat. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas serta meminimalkan gangguan perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.
Dengan penguatan kegiatan pemeliharaan rutin tersebut, UPT PJJ Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk memastikan jalan provinsi di wilayah Banyuwangi dan Situbondo tetap berada dalam kondisi fungsional serta mampu mendukung mobilitas masyarakat secara aman dan lancar selama masa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Editor : H. Muhajir Wahyu Ramadhan






