Jakarta, analisapublik.id – Tim gabungan dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Polri terlibat kontak senjata saat menyergap komplotan pemburu liar di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Komodo. Operasi ini dilakukan sebagai langkah tegas untuk melindungi populasi Rusa Timor yang merupakan mangsa utama komodo.
Kronologi Pengejaran di Tengah Laut
Aksi pengejaran bermula pada Minggu (14/12) dini hari sekitar pukul 02.30 WITA di perairan Loh Serikaya, Pulau Komodo. Tim gabungan mendeteksi sebuah kapal kayu mencurigakan yang diduga kuat membawa hasil buruan ilegal.
- Peringatan Diabaikan: Petugas sempat memberikan peringatan melalui pengeras suara, namun kapal pelaku justru memacu kecepatan untuk melarikan diri.
- Kontak Senjata: Setelah tembakan peringatan ke udara dilepaskan, kelompok pelaku justru membalas dengan menembaki kapal petugas secara membabi buta.
- Puncak Konflik: Baku tembak kembali pecah sekitar pukul 03.45 WITA saat pengejaran memasuki perairan Selat Sape, Kabupaten Bima, NTB.
Tindakan Tegas dan Hasil Operasi
Kepala Balai Gakkum Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Aswin Bangun, menyatakan bahwa tim terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur untuk menghentikan perlawanan. Kapal operasional G1 Komodo digunakan untuk melumpuhkan speed boat pelaku hingga kapal tersebut pecah dan tenggelam.
Data Hasil Operasi:
- Tersangka: 3 orang berhasil diamankan, sementara 5 lainnya (termasuk pimpinan kelompok berinisial MS) melompat ke laut dan masih dalam pengejaran.
- Barang Bukti: Tim menemukan bangkai Rusa Timor, senjata api rakitan, amunisi, dan parang di lokasi kejadian.
- Profil DPO: Pimpinan kelompok berinisial MS diketahui merupakan residivis kasus serupa dan sudah lama menjadi Target Operasi (TO) Ditjen Gakkum Kemenhut.
Ancaman Terhadap Ekosistem Komodo
Perburuan liar terhadap Rusa Timor (Cervus timorensis) bukan sekadar masalah kriminal biasa, melainkan ancaman serius bagi kelangsungan hidup Komodo (Varanus komodoensis). Sebagai sumber pakan utama, hilangnya populasi rusa dapat merusak keseimbangan ekosistem savana di taman nasional tersebut.
”Operasi ini merupakan bentuk sinergi kuat antara Balai Gakkum LHK, Korpolairud Baharkam Polri, Polda NTT, Polres Manggarai Barat, dan Balai TN Komodo dalam menjaga warisan dunia dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab




