EDITORIALHeadline

Sudah Berusia 50 Tahun dan Retak, Jembatan Gondang 1 Tulungagung Akhirnya Ditutup Total

6514
×

Sudah Berusia 50 Tahun dan Retak, Jembatan Gondang 1 Tulungagung Akhirnya Ditutup Total

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, analisapublik.id – Akses utama yang menghubungkan ruas jalan nasional Tulungagung–Trenggalek melalui Jembatan Gondang 1 di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, resmi ditutup total mulai Selasa (2/6/2026). Penutupan dilakukan seiring dimulainya proyek pembongkaran dan pembangunan ulang jembatan yang dinilai sudah tidak layak digunakan karena faktor usia dan kerusakan struktur.

Penutupan total tersebut diperkirakan berlangsung selama enam bulan atau hingga 11 Desember 2026. Selama masa pekerjaan konstruksi berlangsung, seluruh kendaraan dialihkan ke jalur alternatif yang telah disiapkan oleh petugas.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, menjelaskan bahwa kebijakan penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pembangunan jembatan baru sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Dengan dimulainya pengerjaan pembangunan jembatan baru, maka mulai hari ini akses yang melalui Jembatan Gondang 1 ditutup total,” ujar AKP Mohammad Taufik Nabila, Selasa (2/6/2026).

Pihak Satlantas mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang biasa melintasi jalur Tulungagung–Trenggalek, untuk mematuhi rekayasa lalu lintas dan menggunakan rute alternatif yang telah ditentukan guna menghindari kemacetan maupun potensi kecelakaan.

Sementara itu, Pengawas Lapangan proyek Jembatan Gondang 1 dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Osky Ardianto, mengungkapkan bahwa keputusan membangun ulang jembatan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis yang telah dilakukan dalam dua tahun terakhir.

Menurutnya, kondisi Jembatan Gondang 1 saat ini sudah masuk kategori kritis dan tidak lagi memenuhi standar keamanan untuk menahan beban kendaraan yang melintas setiap hari.

“Usia jembatan ini sebenarnya sudah sangat tua, yakni lebih dari 50 tahun. Dari hasil kajian teknis kami dalam dua tahun terakhir, kondisi jembatan ini sudah masuk dalam kategori merah,” kata Osky.

Ia menjelaskan bahwa kerusakan paling mengkhawatirkan berada pada bagian struktur bawah jembatan yang telah mengalami retakan cukup signifikan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila jembatan tetap dipertahankan beroperasi.

“Sudah ada retakan di bawah. Ini jelas sangat membahayakan pengguna jalan kalau tidak segera ditangani secara total,” tegasnya.

Dalam proyek pembangunan ulang ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,2 miliar. Jembatan baru nantinya akan dibangun menggunakan teknologi pondasi strauss pile yang dinilai lebih kuat dan mampu meningkatkan daya tahan konstruksi dalam jangka panjang.

Meski secara tampilan desain tidak jauh berbeda dengan jembatan sebelumnya, seluruh komponen struktur akan diganti baru 100 persen. Dengan teknologi dan material yang lebih modern, jembatan tersebut diharapkan mampu memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi bagi masyarakat.

BBPJN Jawa Timur-Bali menargetkan pekerjaan konstruksi dapat selesai pada akhir November 2026 sehingga akses lalu lintas strategis antara Tulungagung dan Trenggalek dapat kembali berfungsi secara normal sebelum akhir tahun.

Reporter: Endi S

Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Sumber: Analisapublik.id

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.