LPKAN Indonesia dan LKHAI menyiapkan Istighosah Kubro pada 5 November 2026 untuk menyoroti persoalan bangsa, dengan 150 jamaah telah mengonfirmasi kehadiran.
Surabaya, Analisapublik.id – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (DPP LPKAN) Indonesia bersama Lembaga Kajian Hukum dan Advokasi Indonesia (LKHAI) menjadwalkan Istighosah Kubro dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara pada Kamis, 5 November 2026, sebagai bentuk keprihatinan terhadap persoalan ekonomi, penegakan hukum, lingkungan, dan sosial.
Kegiatan yang dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WIB tersebut telah mendapat konfirmasi kehadiran sedikitnya 150 jamaah dari berbagai kalangan masyarakat.
Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia R. Mohammad Ali Zaini menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan bangsa di tengah berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius.
Menurutnya, upaya pengawasan, advokasi, dan gerakan sosial perlu terus dilakukan untuk mendorong penyelesaian persoalan bangsa sekaligus diiringi dengan doa bersama.
Dalam keterangannya di Surabaya, Senin, 2 November 2026, Ali Zaini menyoroti empat persoalan utama yang menjadi perhatian kedua lembaga.
Persoalan pertama menyangkut kondisi ekonomi masyarakat, termasuk melemahnya daya beli, kenaikan harga kebutuhan pokok, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan tantangan keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
LPKAN Indonesia dan LKHAI juga menyoroti beban perpajakan yang dinilai semakin dirasakan masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil.
Persoalan kedua berkaitan dengan penegakan hukum dan keadilan, termasuk dugaan korupsi serta praktik mafia tanah, pertambangan, pangan, dan kejahatan lingkungan.
Kedua lembaga berharap penegakan hukum dilakukan secara transparan, adil, dan tidak diskriminatif terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Persoalan ketiga mencakup kerusakan lingkungan dan ancaman bencana ekologis, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, banjir, kekeringan, hingga dampak eksploitasi sumber daya alam.
Sementara itu, persoalan keempat menyangkut kondisi sosial, moral, dan ketahanan keluarga, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi daring, pinjaman daring ilegal, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, stunting, serta akses pendidikan dan kesehatan.
Ali Zaini menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan tersebut sekaligus mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui doa bersama.
“Coba kita jujur, Boss. Mau dibawa ke mana bangsa ini kalau pajak terus mencekik rakyat kecil, sementara korupsi triliunan dibiarkan? Kalau petani dan nelayan menangis karena pupuk langka dan BBM mahal, tetapi mafia-mafia berpesta pora? Kalau hukum bisa dibeli? Kita sudah ikhtiar secara konstitusi, sekarang saatnya kita sujud bersama,” tegas R. Mohammad Ali Zaini dalam keterangan pers di Surabaya, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan istighosah merupakan pengingat mengenai keterbatasan manusia dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Menurutnya, upaya penyelesaian persoalan melalui jalur konstitusional tetap diperlukan, tetapi harus diiringi dengan kesadaran spiritual.
“Di flayer kami, logo LPKAN dan LKHAI kami kecilkan, Asma Allah kami besarkan sebesar-besarnya. Karena kami sadar, kami ini kecil, hanya Allah yang Maha Besar yang bisa menyelamatkan bangsa ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur LKHAI Mohammad Syarifudin Abdillah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengajak masyarakat memohon pertolongan Allah SWT agar bangsa Indonesia diberikan perlindungan dan kekuatan menghadapi berbagai tantangan.
“Ini adalah Istighosah Kubro, memohon pertolongan dengan sekuat-kuatnya. Kita akan berdoa agar Allah SWT mengangkat segala kesulitan ini. Agar pajak yang mencekik rakyat kecil diganti dengan keberkahan rezeki, agar hukum kembali adil, agar para pemimpin diberi hidayah dan amanah, serta agar bangsa ini dijauhkan dari bencana, perpecahan, dan kehancuran,” ujar Mohammad Syarifudin Abdillah.
LKHAI turut melibatkan sejumlah pengurus dalam persiapan kegiatan, yakni Otto, SH, Andre, SH, Rouli, SH, dan Icha, SE.
Keterlibatan jajaran pengurus tersebut diharapkan memperkuat koordinasi kedua lembaga dalam mengajak masyarakat mengikuti doa bersama.
Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP LPKAN Indonesia sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Sugiharto menyampaikan bahwa respons masyarakat terhadap rencana istighosah cukup besar.
Hingga Senin, 2 November 2026, sedikitnya 150 jamaah telah mengonfirmasi kehadiran kepada panitia.
Peserta yang direncanakan hadir berasal dari kalangan tokoh agama, kiai, habaib, tokoh masyarakat, advokat, akademisi, mahasiswa, pemuda, buruh, petani, nelayan, hingga anggota majelis taklim.
Panitia meminta peserta membawa sajadah serta mengenakan pakaian yang sopan, rapi, dan sesuai dengan kegiatan keagamaan.
Istighosah Kubro dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 November 2026, mulai pukul 15.00 WIB, dengan penyelenggara DPP LPKAN Indonesia bersama LKHAI.
Melalui kegiatan tersebut, kedua lembaga berharap masyarakat semakin memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap persoalan ekonomi, hukum, sosial, dan lingkungan.
LPKAN Indonesia dan LKHAI juga menegaskan bahwa kegiatan spiritual tersebut tidak dimaksudkan menggantikan pengawasan dan advokasi melalui jalur konstitusional, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama mendorong keadilan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Rijen Senario
Redaktur: Aris Setyoadji


