Jatim

Pemkab Tulungagung Luncurkan Logo Hari Jadi ke-821, Perayaan Berlangsung hingga Desember 2026

6826
×

Pemkab Tulungagung Luncurkan Logo Hari Jadi ke-821, Perayaan Berlangsung hingga Desember 2026

Sebarkan artikel ini

Pemkab Tulungagung meluncurkan logo Hari Jadi ke-821 hasil sayembara 60 karya dan menyiapkan rangkaian perayaan hingga Desember 2026.

Tulungagung, Analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Tulungagung meluncurkan logo resmi sekaligus membuka rangkaian peringatan Hari Jadi ke-821 di kawasan Simpang Titik 0 Kilometer, Jumat, 30 Oktober 2026, sebagai persiapan menuju puncak perayaan pada 18 November dengan berbagai agenda pemerintahan, sosial, budaya, ekonomi, olahraga, dan hiburan rakyat hingga Desember 2026.

Peluncuran tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atau perwakilannya, Sekretaris Daerah Tri Hariadi, serta para kepala perangkat daerah.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Gumregah, Nyawiji lan Ngabekti Tumuju Tulungagung Lohjinawi” sebagai ajakan memperkuat semangat kebangkitan, persatuan, dan pengabdian untuk kemajuan daerah.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-821, Mulyanto, menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung empat pesan utama yang menjadi landasan penyelenggaraan peringatan.

Gumregah menggambarkan semangat bangkit dengan energi baru, inovasi, dan optimisme, sedangkan Nyawiji mencerminkan persatuan serta sinergi seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  Kasus Korupsi Mobil Siaga Fiktif Rp331 Juta, Kades Kedungwaru Tulungagung Diserahkan ke Kejaksaan

Sementara itu, Ngabekti menekankan ketulusan dalam mengabdi dan memberikan kontribusi bagi daerah, sedangkan Tumuju Tulungagung Lohjinawi mencerminkan cita-cita mewujudkan daerah yang makmur, subur, dan sejahtera.

Salah satu agenda utama peluncuran tersebut ialah pengumuman pemenang sayembara desain logo Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung.

Sayembara yang berlangsung sejak 25 September hingga 16 Oktober 2026 itu menerima 60 karya dari masyarakat.

Setelah melalui penilaian dewan juri, karya Darmawan Tri Laksono dari Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, ditetapkan sebagai Juara I sekaligus menjadi logo resmi peringatan tahun ini.

Juara II diraih Dio Nanda Syahputra dari Desa Karangsari, Kecamatan Rejotangan, sedangkan Juara III diraih Aldifa Bintang Ferosa dari Desa Bandung, Kecamatan Bandung.

Untuk kategori Harapan I, penghargaan diberikan kepada Bayu Permadi Wiradmaja dari Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut.

Harapan II diraih Ridwan Hadi Wicaksono dari Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, sementara Harapan III diberikan kepada Joko Kurniawan dari Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu.

Keikutsertaan 60 karya dalam sayembara tersebut menunjukkan adanya ruang partisipasi masyarakat, khususnya talenta kreatif lokal, dalam membentuk identitas visual peringatan hari jadi daerah.

Baca Juga:  Menhan Tinjau Yonif TP 886/PJ Kodam V/Brawijaya di Tulungagung, Pembangunan 79 Persen Terkendala Air dan Lahan

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi mempersiapkan rangkaian kegiatan.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan mendorong kemajuan daerah.

“Melalui peringatan Hari Jadi ke-821 ini, mari kita jadikan semangat Gumregah, Nyawiji lan Ngabekti sebagai kekuatan bersama untuk membangun Tulungagung,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Menurut Baharudin, semangat kebangkitan perlu diwujudkan melalui inovasi dan optimisme, sedangkan persatuan harus dibangun melalui kerja sama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Ia juga mengajak warga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang telah disiapkan dengan tetap menjaga ketertiban, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-821 akan berlangsung hingga Desember 2026 dengan agenda yang mencakup bidang pemerintahan, sosial, budaya, ekonomi, olahraga, dan hiburan rakyat.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan memberikan ruang partisipasi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan pelestarian kebudayaan daerah.

Ahmad Baharudin kemudian secara resmi membuka rangkaian kegiatan peringatan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Baca Juga:  Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat, Wajib Lapor hingga Juni 2028

Peluncuran turut dimeriahkan penampilan kesenian Jaranan Sentherewe “Patupa Putra” yang berkolaborasi dengan Penthul Tembem, Pasir Angklung Percussion (PAP), serta hiburan musik Avogato Band.

Kehadiran kelompok seni tradisional dan musisi tersebut menjadi bagian dari upaya menampilkan potensi kreativitas lokal dalam perayaan hari jadi.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap peringatan ke-821 tidak hanya memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya, tetapi juga mendorong kolaborasi dalam pembangunan.

Dengan agenda yang berlangsung hingga Desember, keberhasilan peringatan diharapkan tercermin dari partisipasi masyarakat, penguatan kegiatan budaya, serta manfaat yang dapat dirasakan warga dan pelaku ekonomi lokal.

Reporter: Endi S
Redaktur: Aris Setyoadji

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.