PemerintahanSurabaya

54 Warga Surabaya Disiapkan Jadi Terapis Wajah

21
×

54 Warga Surabaya Disiapkan Jadi Terapis Wajah

Sebarkan artikel ini
54 Warga Surabaya Disiapkan Jadi Terapis Wajah
54 Warga Surabaya Disiapkan Jadi Terapis Wajah

SURABAYA, ANALISAPUBLIK.ID — Sebanyak 54 warga Surabaya disiapkan untuk memiliki sumber penghasilan baru setelah mengikuti pelatihan perawatan wajah. Program tersebut digelar Pemerintah Kota Surabaya bersama Miracle Beauty Clinic melalui program corporate social responsibility (CSR).

Para peserta mengikuti pelatihan selama tiga hari, 3-5 September 2026, di Miracle Academy, Jalan Biliton, Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Mereka berasal dari 31 kecamatan. Sebelum ditetapkan sebagai peserta, mereka diseleksi dari sekitar 98 calon peserta. Mayoritas peserta yang dipilih berasal dari kelompok usia muda.

Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani membuka pelatihan tersebut pada Kamis (3/9/2026).

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pelatihan tersebut diarahkan agar warga tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan.

“Pelatihan tersebut merupakan upaya dari PKK Kota Surabaya dalam memberdayakan masyarakat. Pelatihan kali ini merupakan CSR dari Miracle,” kata Hebi, Jumat (4/9/2026).

Hebi mengatakan, proses seleksi dilakukan untuk menentukan peserta yang dinilai memiliki peluang mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri.

Baca Juga:  HUT Ke-9 Dafam Pacific Caesar Surabaya dan Basketball Gelar Aksi Sosial untuk Anak Panti

“Awalnya peserta sekitar 98 orang, terus dikurasi, karena memang dipilih yang muda-muda untuk mengikuti pelatihan perawatan wajah. Nanti diharapkan mereka bisa mandiri untuk bisa mendapatkan pendapatan,” ujarnya.

Pelatihan tersebut dibagi menjadi tiga batch. Setiap batch diikuti 18 peserta.

Materi yang diberikan berfokus pada perawatan kulit dan teknik totok wajah. Keterampilan tersebut berbeda dengan jasa tata rias atau makeup artist (MUA).

“Pelatihannya berupa perawatan wajah, seperti totok wajah untuk kesehatan kulit dan sebagainya. Jadi, bukan seperti makeup artist (MUA),” jelas Hebi.

Usai mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat. Bukti keterampilan tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai modal untuk mengembangkan jasa perawatan wajah.

Pemkot Surabaya juga menyiapkan peluang pemanfaatan keterampilan para peserta di lingkungan perangkat daerah (PD) dan Dharma Wanita.

Langkah itu dinilai dapat membuka akses penghasilan bagi peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

“Diharapkan kalau sudah selesai nanti PD-PD bisa memanfaatkan itu. Termasuk di Dharma Wanita bisa memanfaatkan untuk perawatan wajah, sehingga mereka mendapatkan penghasilan,” kata Hebi.

Baca Juga:  Polsek Wonocolo Ungkap Kasus Curat di Kantor Dosniroha, Dua Pelaku Diamankan

Program CSR Miracle ini menjadi pelatihan perdana dalam kerja sama tersebut. Disperinaker Surabaya sebelumnya juga telah menggelar sejumlah pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Pemkot Surabaya menargetkan pelatihan tidak berhenti pada pemberian sertifikat. Peserta diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan perawatan wajah untuk membuka peluang kerja maupun memperoleh penghasilan secara mandiri.(Yudhi)

 

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.