HeadlinePemerintahan

Pasca Erupsi Semeru, Penyelamatan Ternak Menjadi Kunci Agar Roda Ekonomi Warga Tak Ikut Mati

391
×

Pasca Erupsi Semeru, Penyelamatan Ternak Menjadi Kunci Agar Roda Ekonomi Warga Tak Ikut Mati

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengintensifkan penanganan sektor peternakan sebagai bagian integral dari respons bencana erupsi Gunung Semeru. Fokus utamanya adalah penyelamatan dan pemulihan aset ekonomi masyarakat di lereng Semeru melalui penyediaan pakan bagi ternak yang berhasil dievakuasi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Endra Novianto, menjelaskan bahwa intervensi cepat berupa distribusi pakan adalah kunci menjaga stabilitas kondisi ternak selama masa darurat.

“Ternak adalah bagian penting dari mata pencaharian warga di lereng Semeru. Keberlangsungannya berpengaruh langsung pada pemulihan pascabencana,” ujar Endra, Kamis (20/11/2025).

Hingga saat ini, tim lapangan telah berhasil mengevakuasi 161 ekor kambing dan domba dari dua wilayah yang paling berisiko: Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang (Kecamatan Pronojiwo), serta eks Dusun Kajarkuning (yang kini terintegrasi dalam administrasi Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro).

Penyesuaian batas wilayah di Kajarkuning yang telah disatukan ke Poncosumo sejak Agustus 2025 diklaim mempermudah alur koordinasi penyaluran bantuan logistik.

Baca Juga:  Tanggul Gondoruso Jebol Diterjang Lahar Semeru, 4 Hektare Sawah Warga Lumajang Tertimbun

Namun, di tengah proses penyelamatan, kerugian signifikan pada sektor peternakan tak terhindarkan. Data terkini mencatat 4 ekor sapi dan 139 ekor kambing atau domba mati di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, wilayah yang paling parah terdampak abu vulkanik dan awan panas guguran.

Endra menegaskan bahwa tindakan Pemkab ini dilakukan secara berlapis. Pemkab memahami bahwa dampak bencana tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga masa depan ekonomi masyarakat.

“Ketika ternak warga selamat, maka ada harapan yang ikut bertahan. Pemberian pakan bukan hanya soal menjaga hewan tetap hidup, tetapi memastikan roda ekonomi keluarga tidak ikut terhenti,” tegasnya.

Selain penyaluran pakan, Pemkab Lumajang juga melakukan pemeriksaan kesehatan intensif, penguatan kandang darurat, serta pendataan menyeluruh untuk memetakan kebutuhan lanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan pada masa tanggap darurat, memastikan rantai bantuan logistik ternak terus diperkuat.

Pemerintah menegaskan prioritas utama adalah menjaga kesehatan hewan, meminimalkan kerugian tambahan, dan mempercepat pemulihan ekonomi warga setelah aktivitas Semeru kembali terkendali.

Baca Juga:  Bunda Indah Pastikan Transportasi Haji Lumajang 2026 Prioritaskan Keamanan Jemaah Lansia

Dengan pendekatan yang holistik ini, penanganan bencana di Lumajang tidak hanya berorientasi pada keselamatan manusia, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi masyarakat. Pemerintah memastikan aset vital, termasuk ternak yang menjadi tumpuan banyak keluarga, mendapatkan perlindungan maksimal selama masa darurat.

(Res)

 

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.