HeadlinePemerintahan

Kemenkes Luncurkan Cek Kesehatan Gratis untuk 53 Juta Siswa, Waspada Masalah Gigi hingga Kesehatan Mental!

388
×

Kemenkes Luncurkan Cek Kesehatan Gratis untuk 53 Juta Siswa, Waspada Masalah Gigi hingga Kesehatan Mental!

Sebarkan artikel ini

Jakarta,analisapublik.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sebanyak 53 juta peserta didik di seluruh Indonesia mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah pada 2025. Program ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden dan Wakil Presiden, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat layanan kesehatan preventif sejak usia dini.

Program CKG akan menjangkau 282.317 satuan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, pesantren, serta sekolah rakyat di bawah binaan Kementerian Sosial.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia memperoleh akses layanan kesehatan.

Pelaksanaan CKG di sekolah telah dimulai lebih awal di 72 sekolah rakyat berasrama. Hasil awal menunjukkan bahwa masalah gigi menjadi keluhan paling umum, disusul gangguan mata, anemia, dan kesehatan jiwa.

“Saya juga terkejut, ternyata banyak anak kita memiliki masalah gigi, mata, dan kecemasan akibat penggunaan gadget,” ujar Menkes Budi pada Kamis (31/7/2025).

Inovasi: Skrining Kesehatan Mental dan Pemeriksaan Menyeluruh
Salah satu inovasi dalam program ini adalah dimasukkannya pemeriksaan kesehatan jiwa. Hal ini penting, mengingat selama ini deteksi dini terhadap gangguan mental anak masih belum optimal.

Menkes Budi mengatakan pihaknya mulai mengukur tingkat kecemasan dan depresi pada siswa agar bisa ditindaklanjuti lebih awal.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi menambahkan bahwa program ini menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun. Data menunjukkan bahwa 1 dari 6 anak usia 13–15 tahun mengalami kelebihan berat badan, dan 1 dari 6 anak usia 5–14 tahun menderita anemia.

Jenis Pemeriksaan Berbeda Tiap Jenjang Pendidikan
Jenis pemeriksaan yang dilakukan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan:

SD/Sederajat: 13 jenis pemeriksaan, termasuk status gizi, tekanan darah, kebugaran fisik, gigi, mata, telinga, kesehatan mental, dan riwayat imunisasi. “Untuk SD tidak ada pengambilan darah, jadi tidak perlu takut,” tegas Maria.

SMP/Sederajat: 15 jenis pemeriksaan, dengan tambahan skrining talasemia dan tes kadar hemoglobin melalui pengambilan darah sederhana di ujung jari.

SMA/Sederajat: 14 jenis pemeriksaan, dengan penambahan aspek pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan dari Puskesmas dan guru atau tenaga kependidikan di sekolah.

Pendekatan “Jemput Bola” dan Kick-off Nasional
Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Hasbi, menyebut program ini sebagai bentuk nyata pendekatan “jemput bola” yang kini diterapkan pemerintah. “Bukan hanya masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan, tapi kini pemerintah yang hadir langsung ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Tindak lanjut hasil pemeriksaan dibagi dua, yakni individu dan kelompok. Anak dengan masalah akan dirujuk ke Puskesmas, sementara jika ditemukan tren kesehatan umum, sekolah dan puskesmas akan menyusun program edukasi bersama.

Acara kick-off nasional CKG Sekolah akan berlangsung serentak pada 4 Agustus 2025 di 12 lokasi sekolah/madrasah/pesantren yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Sidoarjo, dan Tangerang. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.